Minggu, 07 April 2013

Wanita Sholehah Bidadari Surga


 "Sesunggunhya wanita yang paling cantik adalah wanita yang solehah yang menjaga keimanan, ketakwaan kepada ALLAH SWT, yang sangat takut dengan azab api neraka, yang menjaga dirinya dari hal-hal yang diharamkan agama" •
Informasi Umum
BIDADARI SURGA


Muqoddimah

Kenikmatan surga adalah kenikmatan abadi yang diberikan Allah swt kepada hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Kenikmatan surga belum pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan terdetik dalam hati, sebagaimana sabda Rasulullah saw dalam hadits qudsi :

عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : يقول الله عزوجل : « أعددتُ لعباديَ الصالحين مالا عين رأت ولا أذن سمعت ، ولا خطر على قلب بشر »

Rasulullah n bersabda, Allah swt berfirman, "Telah Aku sediakan buat hamba-hamba-Ku yang soleh, sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga dan tidak terdetik dalam hati manusia."

Salah satu nikmat yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang soleh adalah berupa istri-istri yang cantik jelita atau bidadari (hurun ‘in), yang kecantikannya tidak dapat dikalahkan oleh wanita tercantik di dunia ini. Seandainya satu saja bidadari itu turun ke dunia ini, maka semua orang pasti berlomba lomba untuk mendapatkannya. Tapi ingat, itu hanyalah akan didapatkan oleh orang-orang yang senantiasa taat, patuh dan tunduk terhadap semua perintah Allah, dan menjauhi segala macam larangan-Nya.

Definisi
Secara bahasa, bidadari berasal dari kata hurun dan ‘in. Hurun : putih dan ‘in, maksudnya matanya besar dan berwarna kekuning-kuningan.

Istilah : Mereka adalah wanita muda usia yang cantik mempesona, kulitnya mulus dan biji matanya sangat hitam. Dan mereka dijodohkan tanpa melewati proses pernikahan.

Bahan bakunya

Mereka diciptakan dari Za’faran. Sebagaimana diriwayatkan dari Anas bin Malik dari nabi Muhammad n yang bersabda,

الحور العين خلقن من الز عفران

“Bidadari-bidadari bermata jelita diciptakan dari Za’faran.”

Ciri Fisik

Mahkotanya

عن أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَرَوْحَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ غَدْوَةٌ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَلَقَابُ قَوْسِ أَحَدِكُمْ مِنْ الْجَنَّةِ أَوْ مَوْضِعُ قِيدٍ يَعْنِي سَوْطَهُ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَلَوْ أَنَّ امْرَأَةً مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ اطَّلَعَتْ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ لَأَضَاءَتْ مَا بَيْنَهُمَا وَلَمَلَأَتْهُ رِيحًا وَلَنَصِيفُهَا عَلَى رَأْسِهَا خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Berangkat pagi-pagi atau siang di jalan Allah lebih baik dari pada dunia dan isinya. Dan sungguh, satu jarak busur kalian, lebih baik dari surga atau tempat kait yaitu tengahnya lebih baik dari pada dunia dan isinya. Kalaulah seorang wanita penduduk surga menampakkan dirinya kepada penduduk dunia, niscaya dia akan menerangi antara keduanya dan bumi akan penuh dengan wewangian. Dan sungguh, mahkotanya lebih baik dari pada dunia dan isinya.”

Rambutnya

Rambut bidadari itu sangat panjang dan bagus. Sebagaimana kata Abdullah bin Amru bin Al ‘Ash,

لشعر المرأة من الحور العين أطول من جناح النسر

“Sungguh rambut bidadari yang bermata jelita itu lebih panjang daripada sayapnya burung garuda.”

Matanya

Mata bidadari sangat putih dan korneanya sangat hitam, Al Hasan berkata,

الحور الشديدة البياض بياض العين والشديدة السواد سواد العين

“Al huur itu sangat putih matanya, dan sangat hitam korneanya.”

Mukanya

Wajah bidadari begitu cerah dan bercahaya, sebaimana Ja’far bin Muhammad berkata,

لقي حكيم حكيما بالموصل فقال له : تشتاق إلى الحور العين ؟ قال : لا . قال : فاشتق إليهن فإن نور وجوههن من نور الله عز وجل فغشي عليه فحمل إلى منزله فأقمنا نعوده شهرا

“Hakim bertemu dengan Hakim dengan di Mausil, kemudian berkata padanya, “Apakah engkau rindu dengan bidadari yang bermata jelita? Dia jawab, “Tidak”. Kemudian ia berkata, “Rindulah pada mereka, karena cahaya wajah mereka adalah cahaya dari Allah” Kemudian tiba-tiba ia pingsan dan dibawa ke rumahnya, kami mengembalikannya selama sebulan.”

قال عطاء السلمي لمالك بن دينار : يا أبا بحير شوقنا فقال له مالك : في الجنة حوراء يتباهى بها أهل الجنة من حسنها لولا أن الله عز وجل كتب على أهل الجنة أن لا يموتوا لماتوا عن آخرهم من حسنها فلم يزل عطاء يذكر قول مالك أربعين عاما

Berkata ‘Atho As-Salmi kepada Malik bin Dinar, “Wahai Abu Bahir, kami sangat rindu. Kemudian Malik berkata, “Di surga ada bidadari yang bersenang-senang dengan para penghuni surga karena kecantikannya. Kalaulah Allah tidak menuliskan atas mereka untuk tidak mati, pastilah mereka mati di akhir hayat mereka dalam kecantikan. Atho selalu ingat perkataan Malik selama empat puluh tahun.

Mulut dan ludahnya

Ludah bidadari bagai madu, sehingga bisa membuat lautan menjadi manis, sebagaimana yang dikatakan Ibnu Abbas,

لو أن امرأة ، من أهل الجنة بصقت في سبعة أبحر لكانت تلك الأبحر أحلى من العسل

Kalau seandainya wanita surga itu meludah di tujuh lautan, maka lautan itu akan menjadi lebih manis dari pada madu”

Payu daranya

Allah swt berfirman,

وَكَوَاعِبَ أَتْرَاباً

Dan gadis-gadis remaja yang sebaya,

Kawa’ib jamak dari kaibun yang berari wanita yang montok payudaranya. Ibnu Abbas, Mujahid dan lainnya berkata,

“Mereka adalah wanita-wanita yang menonjol payudaranya, bulat dan tidak kendor karena mereka masih gadis.” Ibnu Qoyyim berkata, “Maksudnya bahwa payudara mereka montok laksana buah delima dan tidak menjulur ke bawah.”

Mereka digelari

nawahid dan kawa’ib ( wanita-wanita yang montok payudaranya).

Tangannya

Tangan bidadari itu sangat indah dan bercahaya. Abu Ghiyats berkata,

كنا مع كعب يوما فقال : لو أن يدا من الحور دليت من السماء ببياضها وخواتيمها لأضاءت لها الأرض كما تضيء الشمس لأهل الدنيا . قال : قلت : يدها فكيف بالوجه بياضه وحسنه وجماله وتاجه بياقوته ولؤلؤه وزبرجده

‘Suatu hari kami bersama Ka’ab, kemudian dia berkata, “kalau seandainya tangan bidadari itu diulurkan dari langit, dengan keputihan dan … niscaya akan menerangi bumi, sebagaimana matahari menerangi penduduk dunia”. Aku berkata, itu baru tangannya, lalu bagaimana dengan putih dan cantik wajahnya, tutup kepalanya yang terbuat dari yaqut dan mutiara serta perhiasannya”

Ka’ab juga kerkata,

عن يزيد الرقاشي ، قال : حدثني من ، سمع كعبا ، قال : لو أن امرأة ، من الحور بدا معصمها لذهب ضوء الشمس

“Kalau seandainya wanita yang bermata jelita itu menampakkan pergelangan tangannya, maka hilanglah cahaya matahari itu.”

Kukunya

Dari Dawud bin Amir bin As’id, dari bapaknya, dari kakeknya, dari Nabi saw,

لَوْ أَنَّ مَا يُقِلُّ ظُفْرٌ مِمَّا فِي الجَنَّةِ بَدَا لتَزَخْرَفَتْ لَهُ مَا بَينَ خوَاِفقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ

“Kalau seandainya sedikit saja kuku dari penduduk surga itu tampak, maka akan menghiasi antara penjuru langit dan bumi.”

Kulitnya

Kulit bidadari sangatlah halus dan lembut, bagaikan putih telur yang sangat lembut. Abdullah berkata,

لكل مسلم خيرة ، ولكل خيرة خيمة، ولكل خيمة أربعة أبواب، تدخل عليها كل يوم من كل باب تحفة وهدية وكرامة لم تكن قبل ذلك ، لا مراحات ، ولا ذفرات، ولا سخرات، ولا طماحات حور عين كأنهن بيض مكنون

“Setiap muslim mempunyai istri pilihan. Setiap istri pilihan mempunyai kemah. Setiap kemah mempunyai empat pintu. Dalam setiap hari, hidangan, hadiah dan kemuliaan yang tidak pernah diberikan sebelumnya dimasukkan kepada mereka melalui setiap pintu tersebut. Ketiga-tiganya tidak ada campurannya, tidak busuk, tidak basi dan tidak menjijikan. Dan dibabari yang tidak rakus, mereka seperti putih telur yuang tertutup.”

Ukuran Tubuhnya

Tubuh wanita surga adalah tiga puluh mil, sebagaimana yang dikatakan Sa’id bin Jubair,

طول الرجل من أهل الجنة سبعون ميلا ، وطول المرأة ثلاثون ميلا ، ومقعدها مبذر جريب أرض ، وإن شهوته تجري في جسدها سبعون عاما تجد اللذة

“Tinggi laki-laki penduduk surga adalah tujuh puluh mil, sedang wanitanya tiga puluh mil. Bangkunya tersebar di bumi. Dan syahwatnya penduduk surga mengalir di tubuhnya selama 70 tahun, selama itu akan didapatinya sebuah kelezatan.”

Suci dari seluruh kotoran wanita dunia

Para bidadari surga adalah suci dari segala kotoran wanita dunia, seperti menstruasi, urine, nifas, tinja, ingus, ludah dan yang lainnya. Sebagaimana yang ditafsiri banyak ulama dalam pada ayat :

وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ

“Dan mereka di surga mendapatkan istri yang muthhharoh (suci).”

Ibnu Abbas berkata, “Mereka suci dari kotoran dan penyakit”. Mujahid berkata, “Mereka suci dari haid, buang air besar dan kecil, dahak, meludah, keluar air mani dan beranak”. Qotadah berkata, “Mereka suci dari kotoran dan dosa, dalam riwayat lain, ia berkata, tidak haid dan tidak pula susah. Juga menurut Atho, Hasan, Dhohak, Abi Sholih, Ithiyah, Suda dan lainnya.”

Abdurrahman bin Zaid berkata, Wanita yang suci adalah wanita yang tidak haid. Wanita-wanita dunia tidak bisa dikatakan wanita-wanita yang suci. Tidakkah anda melhat mereka jika dating bulan, mereka tidak sholat dan tidak puasa? Hawwa juga begitu ketika ia melanggar larangan Allah. Ketika ia melanggar ketentuan Allah, Maka Allah berfirman,

“Sesungguhnya pada awalnya aku ciptakan engkau dalam keadaan suci, namun sekarang engkau Aku buat mengeluarkan darah sebagaimana engkau mengeluarkan getah pohon ini.”

Ciri Akhlak dan Sifatnya

Tundukan pandangan dan dipinggit di kemah-kemah

Allah swt berfirman :

“Di dalam surga itu ada bidadari yang menundukkan pandanganya.”

Allah mensifati mereka dengan wanita-wanita yang dipingit. Ini adalah penyifatan proposional. Ini bukan berarti bahwa mereka selalu berada di dalam kemahnya masing-masing dan tidak keluar menuju ghuraf dan taman-taman surga. Sebagaimana halnya permaisuri-permaisuri para raja dunia dan wanita-wanita yang dipingit di rumahnya. Dalam keadaan terpingit, mereka tidak ada salahnya keluar untuk bepergian atau menuju termpat-empat wisata, taman-taman dan tempat-tempat lainnya.

Tidak berkata kotor

Selain terhindar dari kotoran badaniyah sebagaimana telah dijelaskan, bidadari juga disucikan hatinya dari akhlak-akhlak wanita dunia, seperti perkatan yang kotor, keji dan jorok. Disucikan cintanya, sehingga ia tidak tertarik kepada laki-laki selain suaminya.

Selalu mendoakan suaminya

Para bidadari surga selalu mendoakan calon suaminya nanti dan mencela istri dunia yang menyakitinya. Dari Ikrimah, bahwasanya nabi saw bersabda,

« إن الحور العين أكثر عددا منكن يدعون لأزواجهن يقلن : اللهم أعنه على دينك وأقبل بقلبه على طاعتك ، وبلغه إلينا بقوتك يا أرحم الراحمين »

Dari Ikrimah, Rasulullah n bersabda, “Sesungguhnya para bidadari itu jumlahnya lebih banyak dari kalian (kaum wanita), mereka berdo’a untuk suami mereka, “Ya Allah bantulah dia dalam menegakkan agamaMu, dan terimalah ia untuk selalu taat padaMu, dan sampaikanlah ia pada kami dengan kekuatanMu, wahai zat yang menyayangi orang yang berkasih sayang.”

Juga diriwayatkan oleh Mu’ad bin JAbal, bahwasanya Rasulullah n bersabda,

لَا تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا إِلَّا قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنْ الْحُورِ الْعِينِ لَا تُؤْذِيهِ قَاتَلَكِ اللَّهُ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيلٌ يُوشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا

“Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya (yang sholih) di dunia, kecuali istrinya dari bidadari yang bermata jelita berkata, “Janganlah kau sakiti! Semoga Allah membinasakanmu, sesungguhnya dia adalah orang asing bagimu yang akan segera berpisah denganmu dan menjadi milik kami”

Belum Pernah Disentuh Siapapun

Allah swt berfirman,

فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ

“Tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula jin.”

Para pakar tafsir berkata, “Mereka tidak pernah digauli siapa pun”. Mereka juga berbeda pendapat mengenai siapa bidadari-bidadari yang dimaksud. Sebagian berpendapat, “Mereka adalah wanita-wanita yang diciptakan Allah di surga.” Sebagian pakar lainnya menyebutkan. “Mereka adalah wanita-wanita dunia yang diciptakan kembali dalam bentuk perawan-perawan sebagaimana yang disebutkan Allah swt.”

Ibnu Qoyyim menyebutkan bahwa secara lahiriyah Al-Qur’an menandaskan bahwa mereka bukan wanita dunia. Mereka berasal dari kalangan wanita-wanita yang bermata jelita. Wanita dunia sudah pasti pernah disentuh oleh manusia. Begitu juga wanita dari kalangan jin, ia pasti pernah bersentuhan dengan jin laki-laki. Ayat di atas menunjukkan dengan jelas hal ini.

Nama Bidadari

Ibnu Mas’ud ra berkata,

إن في الجنة حوراء يقال لها : اللعبة ، كل حور الجنان يعجبن بها يضربن بأيديهن على كتفها ويقلن طوبى لك يا لعبة لو يعلم الطالبون لك لجدوا ، بين عينيها مكتوب : من كان يبتغي أن يكون له مثلي فليعمل برضاء ربي عز وجل

“Sesungguhnya di surga ada bidadari yang bernama ‘Al La’bah’. Setiap bidadari surga ta’ajub padanya, mereka menepukan tangan mereka di atas bahunya, dan berkata, “Beruntunglah kamu wahai La’bah, kalau seandainya para tholib (pencari bidadari) itu tahu engkau, maka mereka akan bersungguh-sungguh (untuk mendapatkanmu). Diantara kedua matanya tertulis, ‘Barang siapa yang ingin mendapatkan seperti diriku, maka hendaknya beramal dengan mencari ridho Robbku Azza wajalla’.”

Jumlah Istri di Surga

Di surga nanti, para penduduk surga akan mendapatkan dua istri dari bidadari yang bermata jelita.

Sebagaimana disebutkan dari Abu Hurairah ra, dari nabi saw bersabda, :

أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَالَّذِينَ عَلَى آثَارِهِمْ كَأَحْسَنِ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً قُلُوبُهُمْ عَلَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ لَا تَبَاغُضَ بَيْنَهُمْ وَلَا تَحَاسُدَ لِكُلِّ امْرِئٍ زَوْجَتَانِ مِنْ الْحُورِ الْعِينِ يُرَى مُخُّ سُوقِهِنَّ مِنْ وَرَاءِ الْعَظْمِ وَاللَّحْمِ

“Rasulullah saw bersabda kelompok yang pertama kali masuk surga bagaikan bulan pada malam purnama, kemudian kelompok selanjutnya mereka seperti bintang-bintang di langit, hati mereka menjadi satu, tidak saling benci dan hasad. Setiap orang mendapat dua istri dari bidadari yang bermata jelita, yang sumsumnya terlihat dari balik tulang dan daging.”

Juga disebutkan dalam riwayat Muslim, dari Abu Sa’id Al Khudri ra. bahwa Rasulullah nsaw bersabda, “...kemudian penduduk surga masuk ke rumahnya, maka setelah itu masuklah dua istrinya dari bidadari yang bermata jelita dan berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkanmu buat kami, dan yang telah menghidupkan kami untukmu.” Kemudian dia berkata, “Tidak ada seorangpun yang diberi seperti apa yang telah diberikan padaku.”

Dalam riwayat Ahmad juga disebutkan bahwa penduduk surga akan mendapatkan dua bidadari yang bermata jelita, setiap mereka memakai tujuh puluh pakaian yang dari balik pakaian itu terlihat sumsumnya.

Hubungan Seksual Penghuni Surga

Allah swt adalah maha tahu apa yang menjadi keinginan hamba-Nya. Dia menyediakan para bidadari tersebut untuk mereka nikmati dan bersuka ria, Allah memberikan kekuatan yang luar biasa kepada mereka untuk dapat menggauli para bidadari tersebut. Terdapat dalam ayat dan beberapa hadits, yang menjelaskan hal tersebut, di antranya :

عن أبي هريرة ، قال : سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أيمس أهل الجنة نساءهم ؟ قال : « نعم ، بذكر لا يمل وفرج لا يحفى ، وشهوة لا تنقطع

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah n ditanya, “Apakah penduduk surga bisa menggauli istrinya? Beliau menjawab, Ya, penis yang tidak loyo dan vagina tidak tertutup, yang ada hanyalah syahwat yang takkan putus.”

Dari Anas ra, Rasulullah n bersabda,

يعطى المؤمن في الجنة قوة كذاوكذا من الجماع » قيل يا رسول الله أويطيق ذلك؟ قال : يعطى قوة مائة

“Seorang mukmin di surga akan diberi kekuatan seperti ini dalam jima beliau ditanya, ya Rasulullah saw apakah ia mampu melakukannya? beliau menjawab, “ia diberi kekuatan untuk menggauli istrinya sebanyak seratus kali.”

عن ابن عباس ، قال : قيل : يا رسول الله أنفضي إلى نسائنا في الجنة ؟ قال : « والذي نفسي بيده إن الرجل منهم ليفضي في الغداة الواحدة إلى مائة عذراء »

Dari ibnu Abas, Rasulullah saw bersabda, “Demi yang jiwaku ada di tanganNya, sesungguhnya seorang dari penduduk surga sanggup menggauli dalam sehari seratus perawan muda.”

حدثنا سويد بن سعيد ، قال : حدثني خالد بن يزيد بن أبي مالك ، عن أبيه ، عن خالد بن معدان ، عن أبي أمامة ، أن النبي صلى الله عليه وسلم سئل : هل يجامع أهل الجنة ؟ قال : « نعم ، دحاما دحاما ولكن لا مني ولا منية

Rasulullah saw ditanya, “apakah penduduk surga bisa berhubungan badan? Beliau menjawab, “Ya, berhubungan terus menerus, tapi suami istri tidak keluar air mani.”

Jika penghuni surga usai menggauli istri-istrinya, maka mereka langsung kembali perawan lagi.”

Allah swt berfirman :

إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ

“Sesungguhnya para penduduk surga pada hari itu bersenag-senang dalam kesibukan (mereka).”

Ibnu Mas’ud berkata, “Mereka sibuk dalam mecahkan keprawanan istri-istri mereka.” Sedang menurut ibnu Abbas, ketika ditanya kesibukan mereka, ia menjawab, “Memecahkan keprawanan gadis-gadis muda.” Juga menurut Ikrimah, Sa’id bin Musayyib, Ikrimah, Al Hasan, Qotadah dan Al Auza’i. Sedang menurut Mujahid mereka sibuk dalam kenikmatan.

“Menurut Imam Athobari, pendapat yang paling benar adalah mereka sibuk dengan berbagai macam kenikmatan yang diberikan kepada mereka, sibuk memecahkan keprawanan para gadis muda, senda gurau dan kelezatan lainnya.”

Ibnu Qoyyim menyebutkan riwayat dari Ibnu Abi dunya, “Sesungguhnya nafsu syahwat mengalir dalam tubuhnya selama tujuh puluh tahun. Selama jangka waktu tersebut ia mereasakan kenikmatan yang tiada taranya dan tidak terkena kewajiban mandi jenabat. Mereka tidak merasakan loyo atau kekuatannya menurun. Justru hubungan seksual mereka mencapai puncak kenikmatan dan kepuasan. Tidak ada sesuatupun yang mengurangi kenikmatan hubungan seksual mereka. Manusia yang paling sempurna di surga adalah mereka yang paling bias menjaga dirinya dari yang diharamkan di dunia ini.”

Nyanyian Mereka

Para bidadari surga melantunkan nyanyian-nyanyian yang belum pernah di dengar siapapun. Mereka mendenangkannya buat suami tercinta.

Dari Ibnu Ibnu Umar, Rasulullah n bersabda,

إن أزواج أهل الجنة ليغنين أزواجهن بأحسن أصوات سمعها أحد قط . إن مما يغنين به : نحن الخيرات الحسان أزواج قوم كرام ينظرن بقرة أعيان وإن مما يغنين به : نحن الخالدات فلا يمتنه نحن الآمنات فلا يخفنه نحن المقيمات فلا يظعنه

“Sesungguhnya istri-istri penduduk surga bernyanyi untuk suami mereka dengan suara yang sangat merdu yang belum pernah didengar seseorangpun. Di antara yang mereka nyanyikan adalah : Kami adalah wanita-wanita yang baik akhlak dan cantik rupanya. Kami istri-istri dari suami-siami yang mulia yang memandang dengan pandangan yang menyejukkan hati. Kami adalah wanita-wanita abadi dan kami tidak membuatnya mati. Kami wanita-wanita yang memberikan keamanan dan tidak membuat takut. Kami wanita-wanita yang tetap tinggal di sini dan tidak meninggalkannya.”

Juga hadits dari Ali ra, Rasulullah n bersabda :

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ سُوقًا مَا فِيهَا بَيْعٌ وَلَا شِرَاءٌ إِلَّا الصُّوَرُ مِنْ النِّسَاءِ وَالرِّجَالِ فَإِذَا اشْتَهَى الرَّجُلُ صُورَةً دَخَلَ فِيهَا وَإِنَّ فِيهَا لَمَجْمَعًا لِلْحُورِ الْعِينِ يَرْفَعْنَ أَصْوَاتًا لَمْ يَرَ الْخَلَائِقُ مِثْلَهَا يَقُلْنَ نَحْنُ الْخَالِدَاتُ فَلَا نَبِيدُ وَنَحْنُ الرَّاضِيَاتُ فَلَا نَسْخَطُ وَنَحْنُ النَّاعِمَاتُ فَلَا نَبْؤُسُ فَطُوبَى لِمَنْ كَانَ لَنَا وَكُنَّا لَهُ

Sesunguhnya di surga ada pasar, di dalamnya tidak ada jual beli kecuali ada gambar wanita dan laki-laki. Jika laki-laki telah menginginkan gambar wanita, ia masuk ke dalam. Dan di dalamnya tedapat sekumpulan bidadari bermata jelita yang sedang melantunkan suaranya. Tidak pernah terlihat makhluk sepertinya. Mereka berkata, ‘kami adalah kekal dan tidak mati, kami ridho dan tidak peeernah cemberut, kami dalam kenikmatan dantidak sengsara, maka beruntunglah bagi siapa yang memiliki kami dan kami miliknya.”

Para bidadari bernyanyi untuk suaminya masing-masing yang dalam dada mereka tertulis,’ Engkau adalah kekasihku dan aku adalah kekasihmu. Engkau adalah tambatan hatiku dan kedua mataku belum pernah melihat pria setampan engkau.

Ibnu Mubarok berkata, dari ibnu Abi Katsir, “Sesungguhnya bidadari-bidadari yang bermata jelita menanti suaminya masing-masing di pintu-pintu surga. Kata mereka, ‘Kian lama kami menunggu kedatanganmu. Kami wanita-wanita yang ridho dan tidak cemberut. Kami tetap tinggal di sini dan tidak pindah ke tempat lain. Kami wanita yang abadi dan tidak mati.’ Mereka mengatakannya dengan suara yang merdu. Mereka berkata lagi, ‘Engkau cintaku dan aku cintamu’.

Adakah kelahiran di surga?

Ibnu Qoyyim bertanya kepada syaikhnya Abu Hajjaj Al Mazi tentang kelahiran di surga, maka dengan tegas mengatakan, “Tidak ada kelahiran di surga”. Hujjah orang yang berpendapat bahwa tidak ada kelahiran di surga anrara lain :
Pertama : Hadits riwayat Abu Razin.
Kedua : Firman Allah “Dan untuk mereka di surga ada istri-istri yang suci.” [2:25]
Ketiga : Sabda Rasulullah saw bahwa di surga tidak ada air sperma dan tidak ada kematian.
Keempat : Allah menjadikan proses kelahiran melalui proses haidh dan air sperma. Maka jika di surga wanita juga hamil, maka haid mereka berhenti dengan sendirinya dan air mani ada.
Kelima : Sesungguhnya di surga manusia tidak bisa berkembang seperti di dunia.
Keenam : Allah menciptakan penduduk surga seperti penciptaan Malaikat atau bisa jadi lebih sempurna dari Malaikat. Karena penghuni surga tidak buang air besar, kecil, tidak tidur, tidak tua seiring dengan bertambahnya usia dan badan mereka tidak berkembang. Wallahu a’lam.

Keutamaan Wanita Dunia Daripada Bidadari

Para wanita dunia nanti lebih mulia, terhormat dan cantik daripada bidadari surga, karena amalan-amalan yang telah mereka kerjakan selama hidup di dunia ini. Hiban bin Abi Jabalah berkata,

إن نساء أهل الدنيا من دخل منهن الجنة فضلن على الحور العين بما عملن في الدنيا

“Sesunguhnya wanita penduduk dunia yang masuk surga, lebih utama dari bidadari yang bermata jeli, dikarenakan amalan mereka di dunia.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar