Rabu, 10 April 2013

Rahasia Kecantikan Wanita Solehah


Berbicara soal kecantikan pasti kita terbayang wajah-wajah artis yang cantik,, semisal luna maya,, tapi apakah benar kecantikan hanya diukur dari penampilan fisik semata,, tentu saja bukan,, kecantikan yang sebenarnya terpancar dari kecantikan hati dari sang pemilik wajah sehingga nampak bersinar,,
inilah diantara rahasinya kecantikan wanita muslimah yang solehah :-)

  1. Agar wajah selalu segar, berseri-seri dan cantik, cucilah minimal 5 kali sehari dengan air wudhu. Jangan langsung dikeringkan oleh handuk, biarkan menetes dan kering sendiri. Lalu ambillah sajadah, shalat, berdzikir, dan berdo’a. Untuk menghilangkan stress, perbanyaklah ‘olahraga’. Cukup dengan memperbanyak sholat. Ketika sholat, kita mengerakkan seluruh tubuh. Lalu berkonsultasilah pada Allah SWT dengan dzikir dan do’a.
  2. Untuk pelembab, agar awet muda, gunakanlah senyuman. Tidak hanya di bibir tapi juga di hati. Jangan lupa bisikkan ‘kata kunci’, “Allahuma Kamma Hassanta Khalqii Fahassin Khuluqii” (Ya Allah sebagaimana engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pula ahlaqku). (HR Ahmad).
  3. Untuk punya bibir cantik, bisikkan kalimat-kalimat Allah, tidak berbohong atau menyakiti hati orang lain, tidak menyombongkan diri atau takabur.
  4. Agar tubuh langsing, singset dan mulus, diet yang teratur dengan berpuasa seminggu 2 kali, Senin dan Kamis. Jika kuat, lebih bagus lagi puasa Nabi Daud AS i.e. selang satu hari. Makanlah makanan halal, perbanyak sayuran, buah-buahan, dan air putih.
  5. Untuk mengembangkan diri, sebarkan salam dan sapaan. Dengan demikian kita akan banyak dikenal dan disayangi.
Yaa Allah! Berikanlah kekuatan kepadaku, untuk menegakkan perintah-perintah-MU,
dan berilah aku manisnya berdzikir mengingat-MU.
Berilah aku kekuatan untuk menunaikan syukur kepada-MU,
dengan kemuliaan-MU.
Dan jagalah aku dengan penjagaan-MU dan perlindungan-MU,
Wahai dzat Yang Maha Melihat.

Selasa, 09 April 2013

Doaku untukmu sayang, ( doa istri solehah )


bismillahirahmanirahim…
kawanku semua yang dirahmati Allah, mempunyai istri yang cantik pastinya keinginan setiap laki-laki, namun terkadang karena melihat cantiknya saja sering kali mata lelaki salah memilih, orang-orang berkata, “Ah cantik itu relatif” cantik tidak hanya dilihat dari fisiknya saja namun cantik hatinya itulah yang sebenar-benarnya cantik, apalagi jika mempunyai istri yang rajin sholat malam, gemar tadarus Alquran, cerdas pengetahuan. pandai dalam memasak, wah lelaki mana yang tidak beruntung mendapatkan wanita seperti itu…iya to tidak kawan?
sebuah kisah, doa istri sholehah….
Di Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah. Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim dingin, karena disitulah letak kebahagiaan dan ketentramannya. Yakni pada saat dia khusyu’ berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya.
Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya.
Suatu hari datanglah seorang lelaki untuk meminangnya, konon ia termasuk lelaki yang taat dalam beribadah. Setelah shalat istiharah akhirnya ia menerima pinangan tersebut. Sebagaimana adat kebiasaan setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas malam hingga adzan subuh. Namun wanita itu justru meminta selesai akad nikah jam dua belas tepat, ia harus berada di rumah suaminya. Hanya ibunya yang mengetahui rahasia itu. Semua orang ta’jub. Pihak keluarganya sendiri berusaha membujuk wanita itu agar merubah pendiriannya, namun wanita itu tetap pada keinginannya, bahkan ia bersikeras akan membatalkan pernikahan tersebut jika persyaratannya ditolak. Akhirnya walau dengan bersungut pihak keluarga pria menyetujui permintaan sang gadis.
Waktu terus berlalu, tibalah saat yang dinantikan oleh kedua mempelai. Saat yang penuh arti dan mendebarkan bagi siapapun yang akan memulai hidup baru. Saat itu pukul sembilan malam. Doa ‘Barakallahu laka wa baaraka alaika wa jama’a bainakuma fii khairin’mengalir dari para undangan buat sepasang pengantin baru. Pengantin wanita terlihat begitu cantik. Saat sang suami menemui terpancarlah cahaya dan sinar wudhu dari wajahnya. Duhai wanita yang lebih cantik dari rembulan, sungguh beruntung wahai engkau lelaki, mendapatkan seorang istri yang demikian suci, beriman dan shalihah.
Jam mulai mendekati angka dua belas, sesuai perjanjian saat sang suami akan membawa istri ke rumahnya. Sang suami memegang tangan istrinya sambil berkendara, diiringi ragam perasaan yang bercampur baur menuju rumah baru harapan mereka. Terutama harapan sang istri untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah.
Setibanya disana, sang istri meminta ijin suaminya untuk memasuki kamar mereka. Kamar yang ia rindukan untuk membangung mimpi-mimpinya. Dimana di kamar itu ibadah akan ditegakkan dan menjadi tempat dimana ia dan suaminya melaksanakan shalat dan ibadah secara bersama-sama. Pandangannya menyisir seluruh ruangan. Tersenyum diiringi pandangan sang suami mengawasi dirinya.
Senyumnya seketika memudar, hatinya begitu tercekat, bola matanya yang bening tertumbuk pada sebatang mandolin yang tergeletak di sudut kamar. Wanita itu nyaris tak percaya. Ini nyatakah atau hanya fatamorgana? Ya Allah, itu nyanyian? Oh bukan, itu adalah alat musik. Pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. Bagaimanakah sesungguhnya kebenaran ucapan orang tentang lelaki yang kini telah menjadi suaminya. Oh…segala angan-angannya menjadi hampa, sungguh ia amat terluka. Hampir saja air matanya tumpah. Ia berulang kali mengucap istighfar, Alhamdulillah ‘ala kulli halin. “Ya bagaimanapun yang dihadapi alhamdulillah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala kegaiban.”
Ia menatap suaminya dengan wajah merah karena rasa malu dan sedih, serta setumpuk rasa kekhawatiran menyelubung. “Ya Allah, aku harus kuat dan tabah, sikap baik kepada suami adalah jalan hidupku.” Kata wanita itu lirih di lubuk hatinya. Wanita itu berharap, Allah akan memberikan hidayah kepada suaminya melalui tangannya.
Mereka mulai terlibat perbincangan, meski masih dibaluti rasa enggan, malu bercampur bahagia. Waktu terus berlalu hingga malam hampir habis. Sang suami bak tersihir oleh pesona kecantikan sang istri. Ia bergumam dalam hati, “Saat ia sudah berganti pakaian, sungguh kecantikannya semakin berkilau. Tak pernah kubayangkan ada wanita secantik ini di dunia ini.” Saat tiba sepertiga malam terakhir, Allah ta’ala mengirimkan rasa kantuk pada suaminya. Dia tak mampu lagi bertahan, akhirnya ia pun tertidur lelap. Hembusan nafasnya begitu teratur. Sang istri segera menyelimutinya dengan selimut tebal, lalu mengecup keningnya dengan lembut. Setelah itu ia segera terdorong rasa rindu kepada mushalla-nya dan bergegas menuju tempat ibadahnya dengan hati melayang.
Sang suami menuturkan, “Entah kenapa aku begitu mengantuk, padahal sebelumnya aku betul-betul ingin begadang. Belum pernah aku tertidur sepulas ini. Sampai akhirnya aku mendapati istriku tidak lagi disampingku. Aku bangkit dengan mata masih mengantuk untuk mencari istriku. Mungkin ia malu sehingga memilih tidur di kamar lain. Aku segera membuka pintu kamar sebelah. Gelap, sepi tak ada suara sama sekali. Aku berjalan perlahan khawatir membangunkannya. Kulihat wajah bersinar di tengah kegelapan, keindahan yang ajaib dan menggetarkan jiwaku. Bukan keindahan fisik, karena ia tengah berada di peraduan ibadahnya. Ya Allah, sungguh ia tidak meninggalkan shalat malamnya termasuk di malam pengantin. Kupertajam penglihatanku. Ia rukuk, sujud dan membaca ayat-ayat panjang. Ia rukuk dan sujud lama sekali. Ia berdiri di hadapan Rabbnya dengan kedua tangan terangkat. Sungguh pemandangan terindah yang pernah kusaksikan. Ia amat cantik dalam kekhusyu’annya, lebih cantik dari saat memakai pakaian pengantin dan pakaian tidurnya. Sungguh kini aku betul-betul mencintainya, dengan seluruh jiwa ragaku.”
Seusai shalat ia memandang ke arah suaminya. Tangannya dengan lembut memegang tangan suaminya dan membelai rambutnya. Masya Allah, subhanallah, sungguh luar biasa wanita ini. Kecintaannya pada sang suami, tak menghilangkan kecintaannya kepada kekasih pertamanya, yakni ibadah. Ya, ibadah kepada Allah, Rabb yang menjadi kekasihnya. Hingga bulan kedepan wanita itu terus melakukan kebiasaannya, sementara sang suami menghabiskan malam-malamnya dengan begadang, memainkan alat-alat musik yang tak ubahnya begadang dan bersenang-senang. Ia membuka pintu dengan perlahan dan mendengar bacaan Al-Qur’an yang demikian syahdu menggugah hati. Dengan perlahan dan hati-hati ia memasuki kamar sebelah. Gelap dan sunyi, ia pertajam penglihatannya dan melihat istrinya tengah berdoa. Ia mendekatinya dengan lembut tapi cepat. Angin sepoi-sepoi membelai wajah sang istri. Ya Allah, perasaan laki-laki itu bagai terguyur. Apalagi saat mendengar istrinya berdoa sambil menangis. Curahan air matanya bagaikan butiran mutiara yang menghiasi wajah cantiknya.
Tubuh lelaki itu bergetar hebat, kemana selama ini ia pergi, meninggalkan istri yang penuh cinta kasih? Sungguh jauh berbeda dengan istrinya, antara jiwa yang bergelimang dosa dengan jiwa gemerlap di taman kenikmatan, di hadapan Rabbnya.
Lelaki itu menangis, air matanya tak mampu tertahan. Sesaat kemudian adzan subuh. Lelaki itu memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini, ia lantas menunaikan shalat subuh dengan kehusyuan yang belum pernah dilakukan seumur hidupnya.
Inilah buah dari doa wanita shalihah yang selalu memohonkan kebaikan untuk sang suami, sang pendamping hidup.
Beberapa tahun kemudian, segala wujud pertobatan lelaki itu mengalir dalam bentuk ceramah, khutbah, dan nasihat yang tersampaikan oleh lisannya. Ya lelaki itu kini telah menjadi da’i besar di kota Madinah.
Memang benar, wanita shalihah adalah harta karun yang amat berharga dan termahal bagi seorang lelaki bertakwa. Bagi seorang suami, istri shalihah merupakan permata hidupnya yang tak ternilai dan “bukan permata biasa”. (Dari kumpulan kisah nyata, Abdur Razak bin Al Mubarak)
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan
indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam
perjalanan panjang
menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga
melupakan aku pada cinta hakiki
dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini
telah berhimpun dalam cinta
pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah
bersatu dalam dakwah
pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah
ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah
jalan-jalannya. Penuhilah
hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah
pudar. Lapangkanlah dada-dada
kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan
keindahan bertawakal di jalan-Mu.
semoga bermanfaat…

Senin, 08 April 2013

Isteri Sholehah


Istri yang sholehah. . . .
Dialah yang Qona'ah
yang tahu hari tak selalu cerah
tapi ia tak pernah berubah

Istri yang sholehah. . . .
Tak harus kaya
kalaupun kaya Allhamdulillah
ia tak juga harus cantik
kalaupun cantik itu hadiah

Istri yang sholehah. . . .
Senangnya berada dirumah
keluarpun hanya dengan suaminya ^^
ia tak menyusahkan suami
dengan menuntut yang macam-macam


emm untukmu wahai muslimin,
mungkin kau bingung
bagaimana untuk mendapatkan
wanita sholehah,
yang sholehah adalah yang Qona'ah
sedang Qona'ah tidak terlihat oleh mata,
YANG JELAS,
tidak usah mencari yang CANTIK,
karena yang CANTIK
seperti BINTANG DILANGIT
mungkin sudah terlihat
bahkan dalam gelap malampun
tetapi sadarilah Ketika itu kau melihatnya berkilau,
tapi saat siang tiba ia akan menghilang. . . .

Tetapi yang sholehah itu. . . .
Seperti MUTIARA didasar Lautan
tak selalu putih
karena terbungkus lumut
ia berada dalam cangkangnya
ia tetap disitu
menjaga diri dan tidak mudah tergoda. . . .

. . . . . . .NB. . . . . .
"Kau mungkin harus menyelam untuk menemukannya,tapi nanti kau akan tau betapa berharganya ia ketika kau mendapatkannya"

Minggu, 07 April 2013

Wanita Sholehah Bidadari Surga


 "Sesunggunhya wanita yang paling cantik adalah wanita yang solehah yang menjaga keimanan, ketakwaan kepada ALLAH SWT, yang sangat takut dengan azab api neraka, yang menjaga dirinya dari hal-hal yang diharamkan agama" •
Informasi Umum
BIDADARI SURGA


Muqoddimah

Kenikmatan surga adalah kenikmatan abadi yang diberikan Allah swt kepada hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Kenikmatan surga belum pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan terdetik dalam hati, sebagaimana sabda Rasulullah saw dalam hadits qudsi :

عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : يقول الله عزوجل : « أعددتُ لعباديَ الصالحين مالا عين رأت ولا أذن سمعت ، ولا خطر على قلب بشر »

Rasulullah n bersabda, Allah swt berfirman, "Telah Aku sediakan buat hamba-hamba-Ku yang soleh, sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga dan tidak terdetik dalam hati manusia."

Salah satu nikmat yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang soleh adalah berupa istri-istri yang cantik jelita atau bidadari (hurun ‘in), yang kecantikannya tidak dapat dikalahkan oleh wanita tercantik di dunia ini. Seandainya satu saja bidadari itu turun ke dunia ini, maka semua orang pasti berlomba lomba untuk mendapatkannya. Tapi ingat, itu hanyalah akan didapatkan oleh orang-orang yang senantiasa taat, patuh dan tunduk terhadap semua perintah Allah, dan menjauhi segala macam larangan-Nya.

Definisi
Secara bahasa, bidadari berasal dari kata hurun dan ‘in. Hurun : putih dan ‘in, maksudnya matanya besar dan berwarna kekuning-kuningan.

Istilah : Mereka adalah wanita muda usia yang cantik mempesona, kulitnya mulus dan biji matanya sangat hitam. Dan mereka dijodohkan tanpa melewati proses pernikahan.

Bahan bakunya

Mereka diciptakan dari Za’faran. Sebagaimana diriwayatkan dari Anas bin Malik dari nabi Muhammad n yang bersabda,

الحور العين خلقن من الز عفران

“Bidadari-bidadari bermata jelita diciptakan dari Za’faran.”

Ciri Fisik

Mahkotanya

عن أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَرَوْحَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ غَدْوَةٌ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَلَقَابُ قَوْسِ أَحَدِكُمْ مِنْ الْجَنَّةِ أَوْ مَوْضِعُ قِيدٍ يَعْنِي سَوْطَهُ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَلَوْ أَنَّ امْرَأَةً مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ اطَّلَعَتْ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ لَأَضَاءَتْ مَا بَيْنَهُمَا وَلَمَلَأَتْهُ رِيحًا وَلَنَصِيفُهَا عَلَى رَأْسِهَا خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Berangkat pagi-pagi atau siang di jalan Allah lebih baik dari pada dunia dan isinya. Dan sungguh, satu jarak busur kalian, lebih baik dari surga atau tempat kait yaitu tengahnya lebih baik dari pada dunia dan isinya. Kalaulah seorang wanita penduduk surga menampakkan dirinya kepada penduduk dunia, niscaya dia akan menerangi antara keduanya dan bumi akan penuh dengan wewangian. Dan sungguh, mahkotanya lebih baik dari pada dunia dan isinya.”

Rambutnya

Rambut bidadari itu sangat panjang dan bagus. Sebagaimana kata Abdullah bin Amru bin Al ‘Ash,

لشعر المرأة من الحور العين أطول من جناح النسر

“Sungguh rambut bidadari yang bermata jelita itu lebih panjang daripada sayapnya burung garuda.”

Matanya

Mata bidadari sangat putih dan korneanya sangat hitam, Al Hasan berkata,

الحور الشديدة البياض بياض العين والشديدة السواد سواد العين

“Al huur itu sangat putih matanya, dan sangat hitam korneanya.”

Mukanya

Wajah bidadari begitu cerah dan bercahaya, sebaimana Ja’far bin Muhammad berkata,

لقي حكيم حكيما بالموصل فقال له : تشتاق إلى الحور العين ؟ قال : لا . قال : فاشتق إليهن فإن نور وجوههن من نور الله عز وجل فغشي عليه فحمل إلى منزله فأقمنا نعوده شهرا

“Hakim bertemu dengan Hakim dengan di Mausil, kemudian berkata padanya, “Apakah engkau rindu dengan bidadari yang bermata jelita? Dia jawab, “Tidak”. Kemudian ia berkata, “Rindulah pada mereka, karena cahaya wajah mereka adalah cahaya dari Allah” Kemudian tiba-tiba ia pingsan dan dibawa ke rumahnya, kami mengembalikannya selama sebulan.”

قال عطاء السلمي لمالك بن دينار : يا أبا بحير شوقنا فقال له مالك : في الجنة حوراء يتباهى بها أهل الجنة من حسنها لولا أن الله عز وجل كتب على أهل الجنة أن لا يموتوا لماتوا عن آخرهم من حسنها فلم يزل عطاء يذكر قول مالك أربعين عاما

Berkata ‘Atho As-Salmi kepada Malik bin Dinar, “Wahai Abu Bahir, kami sangat rindu. Kemudian Malik berkata, “Di surga ada bidadari yang bersenang-senang dengan para penghuni surga karena kecantikannya. Kalaulah Allah tidak menuliskan atas mereka untuk tidak mati, pastilah mereka mati di akhir hayat mereka dalam kecantikan. Atho selalu ingat perkataan Malik selama empat puluh tahun.

Mulut dan ludahnya

Ludah bidadari bagai madu, sehingga bisa membuat lautan menjadi manis, sebagaimana yang dikatakan Ibnu Abbas,

لو أن امرأة ، من أهل الجنة بصقت في سبعة أبحر لكانت تلك الأبحر أحلى من العسل

Kalau seandainya wanita surga itu meludah di tujuh lautan, maka lautan itu akan menjadi lebih manis dari pada madu”

Payu daranya

Allah swt berfirman,

وَكَوَاعِبَ أَتْرَاباً

Dan gadis-gadis remaja yang sebaya,

Kawa’ib jamak dari kaibun yang berari wanita yang montok payudaranya. Ibnu Abbas, Mujahid dan lainnya berkata,

“Mereka adalah wanita-wanita yang menonjol payudaranya, bulat dan tidak kendor karena mereka masih gadis.” Ibnu Qoyyim berkata, “Maksudnya bahwa payudara mereka montok laksana buah delima dan tidak menjulur ke bawah.”

Mereka digelari

nawahid dan kawa’ib ( wanita-wanita yang montok payudaranya).

Tangannya

Tangan bidadari itu sangat indah dan bercahaya. Abu Ghiyats berkata,

كنا مع كعب يوما فقال : لو أن يدا من الحور دليت من السماء ببياضها وخواتيمها لأضاءت لها الأرض كما تضيء الشمس لأهل الدنيا . قال : قلت : يدها فكيف بالوجه بياضه وحسنه وجماله وتاجه بياقوته ولؤلؤه وزبرجده

‘Suatu hari kami bersama Ka’ab, kemudian dia berkata, “kalau seandainya tangan bidadari itu diulurkan dari langit, dengan keputihan dan … niscaya akan menerangi bumi, sebagaimana matahari menerangi penduduk dunia”. Aku berkata, itu baru tangannya, lalu bagaimana dengan putih dan cantik wajahnya, tutup kepalanya yang terbuat dari yaqut dan mutiara serta perhiasannya”

Ka’ab juga kerkata,

عن يزيد الرقاشي ، قال : حدثني من ، سمع كعبا ، قال : لو أن امرأة ، من الحور بدا معصمها لذهب ضوء الشمس

“Kalau seandainya wanita yang bermata jelita itu menampakkan pergelangan tangannya, maka hilanglah cahaya matahari itu.”

Kukunya

Dari Dawud bin Amir bin As’id, dari bapaknya, dari kakeknya, dari Nabi saw,

لَوْ أَنَّ مَا يُقِلُّ ظُفْرٌ مِمَّا فِي الجَنَّةِ بَدَا لتَزَخْرَفَتْ لَهُ مَا بَينَ خوَاِفقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ

“Kalau seandainya sedikit saja kuku dari penduduk surga itu tampak, maka akan menghiasi antara penjuru langit dan bumi.”

Kulitnya

Kulit bidadari sangatlah halus dan lembut, bagaikan putih telur yang sangat lembut. Abdullah berkata,

لكل مسلم خيرة ، ولكل خيرة خيمة، ولكل خيمة أربعة أبواب، تدخل عليها كل يوم من كل باب تحفة وهدية وكرامة لم تكن قبل ذلك ، لا مراحات ، ولا ذفرات، ولا سخرات، ولا طماحات حور عين كأنهن بيض مكنون

“Setiap muslim mempunyai istri pilihan. Setiap istri pilihan mempunyai kemah. Setiap kemah mempunyai empat pintu. Dalam setiap hari, hidangan, hadiah dan kemuliaan yang tidak pernah diberikan sebelumnya dimasukkan kepada mereka melalui setiap pintu tersebut. Ketiga-tiganya tidak ada campurannya, tidak busuk, tidak basi dan tidak menjijikan. Dan dibabari yang tidak rakus, mereka seperti putih telur yuang tertutup.”

Ukuran Tubuhnya

Tubuh wanita surga adalah tiga puluh mil, sebagaimana yang dikatakan Sa’id bin Jubair,

طول الرجل من أهل الجنة سبعون ميلا ، وطول المرأة ثلاثون ميلا ، ومقعدها مبذر جريب أرض ، وإن شهوته تجري في جسدها سبعون عاما تجد اللذة

“Tinggi laki-laki penduduk surga adalah tujuh puluh mil, sedang wanitanya tiga puluh mil. Bangkunya tersebar di bumi. Dan syahwatnya penduduk surga mengalir di tubuhnya selama 70 tahun, selama itu akan didapatinya sebuah kelezatan.”

Suci dari seluruh kotoran wanita dunia

Para bidadari surga adalah suci dari segala kotoran wanita dunia, seperti menstruasi, urine, nifas, tinja, ingus, ludah dan yang lainnya. Sebagaimana yang ditafsiri banyak ulama dalam pada ayat :

وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ

“Dan mereka di surga mendapatkan istri yang muthhharoh (suci).”

Ibnu Abbas berkata, “Mereka suci dari kotoran dan penyakit”. Mujahid berkata, “Mereka suci dari haid, buang air besar dan kecil, dahak, meludah, keluar air mani dan beranak”. Qotadah berkata, “Mereka suci dari kotoran dan dosa, dalam riwayat lain, ia berkata, tidak haid dan tidak pula susah. Juga menurut Atho, Hasan, Dhohak, Abi Sholih, Ithiyah, Suda dan lainnya.”

Abdurrahman bin Zaid berkata, Wanita yang suci adalah wanita yang tidak haid. Wanita-wanita dunia tidak bisa dikatakan wanita-wanita yang suci. Tidakkah anda melhat mereka jika dating bulan, mereka tidak sholat dan tidak puasa? Hawwa juga begitu ketika ia melanggar larangan Allah. Ketika ia melanggar ketentuan Allah, Maka Allah berfirman,

“Sesungguhnya pada awalnya aku ciptakan engkau dalam keadaan suci, namun sekarang engkau Aku buat mengeluarkan darah sebagaimana engkau mengeluarkan getah pohon ini.”

Ciri Akhlak dan Sifatnya

Tundukan pandangan dan dipinggit di kemah-kemah

Allah swt berfirman :

“Di dalam surga itu ada bidadari yang menundukkan pandanganya.”

Allah mensifati mereka dengan wanita-wanita yang dipingit. Ini adalah penyifatan proposional. Ini bukan berarti bahwa mereka selalu berada di dalam kemahnya masing-masing dan tidak keluar menuju ghuraf dan taman-taman surga. Sebagaimana halnya permaisuri-permaisuri para raja dunia dan wanita-wanita yang dipingit di rumahnya. Dalam keadaan terpingit, mereka tidak ada salahnya keluar untuk bepergian atau menuju termpat-empat wisata, taman-taman dan tempat-tempat lainnya.

Tidak berkata kotor

Selain terhindar dari kotoran badaniyah sebagaimana telah dijelaskan, bidadari juga disucikan hatinya dari akhlak-akhlak wanita dunia, seperti perkatan yang kotor, keji dan jorok. Disucikan cintanya, sehingga ia tidak tertarik kepada laki-laki selain suaminya.

Selalu mendoakan suaminya

Para bidadari surga selalu mendoakan calon suaminya nanti dan mencela istri dunia yang menyakitinya. Dari Ikrimah, bahwasanya nabi saw bersabda,

« إن الحور العين أكثر عددا منكن يدعون لأزواجهن يقلن : اللهم أعنه على دينك وأقبل بقلبه على طاعتك ، وبلغه إلينا بقوتك يا أرحم الراحمين »

Dari Ikrimah, Rasulullah n bersabda, “Sesungguhnya para bidadari itu jumlahnya lebih banyak dari kalian (kaum wanita), mereka berdo’a untuk suami mereka, “Ya Allah bantulah dia dalam menegakkan agamaMu, dan terimalah ia untuk selalu taat padaMu, dan sampaikanlah ia pada kami dengan kekuatanMu, wahai zat yang menyayangi orang yang berkasih sayang.”

Juga diriwayatkan oleh Mu’ad bin JAbal, bahwasanya Rasulullah n bersabda,

لَا تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا إِلَّا قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنْ الْحُورِ الْعِينِ لَا تُؤْذِيهِ قَاتَلَكِ اللَّهُ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيلٌ يُوشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا

“Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya (yang sholih) di dunia, kecuali istrinya dari bidadari yang bermata jelita berkata, “Janganlah kau sakiti! Semoga Allah membinasakanmu, sesungguhnya dia adalah orang asing bagimu yang akan segera berpisah denganmu dan menjadi milik kami”

Belum Pernah Disentuh Siapapun

Allah swt berfirman,

فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ

“Tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula jin.”

Para pakar tafsir berkata, “Mereka tidak pernah digauli siapa pun”. Mereka juga berbeda pendapat mengenai siapa bidadari-bidadari yang dimaksud. Sebagian berpendapat, “Mereka adalah wanita-wanita yang diciptakan Allah di surga.” Sebagian pakar lainnya menyebutkan. “Mereka adalah wanita-wanita dunia yang diciptakan kembali dalam bentuk perawan-perawan sebagaimana yang disebutkan Allah swt.”

Ibnu Qoyyim menyebutkan bahwa secara lahiriyah Al-Qur’an menandaskan bahwa mereka bukan wanita dunia. Mereka berasal dari kalangan wanita-wanita yang bermata jelita. Wanita dunia sudah pasti pernah disentuh oleh manusia. Begitu juga wanita dari kalangan jin, ia pasti pernah bersentuhan dengan jin laki-laki. Ayat di atas menunjukkan dengan jelas hal ini.

Nama Bidadari

Ibnu Mas’ud ra berkata,

إن في الجنة حوراء يقال لها : اللعبة ، كل حور الجنان يعجبن بها يضربن بأيديهن على كتفها ويقلن طوبى لك يا لعبة لو يعلم الطالبون لك لجدوا ، بين عينيها مكتوب : من كان يبتغي أن يكون له مثلي فليعمل برضاء ربي عز وجل

“Sesungguhnya di surga ada bidadari yang bernama ‘Al La’bah’. Setiap bidadari surga ta’ajub padanya, mereka menepukan tangan mereka di atas bahunya, dan berkata, “Beruntunglah kamu wahai La’bah, kalau seandainya para tholib (pencari bidadari) itu tahu engkau, maka mereka akan bersungguh-sungguh (untuk mendapatkanmu). Diantara kedua matanya tertulis, ‘Barang siapa yang ingin mendapatkan seperti diriku, maka hendaknya beramal dengan mencari ridho Robbku Azza wajalla’.”

Jumlah Istri di Surga

Di surga nanti, para penduduk surga akan mendapatkan dua istri dari bidadari yang bermata jelita.

Sebagaimana disebutkan dari Abu Hurairah ra, dari nabi saw bersabda, :

أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَالَّذِينَ عَلَى آثَارِهِمْ كَأَحْسَنِ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً قُلُوبُهُمْ عَلَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ لَا تَبَاغُضَ بَيْنَهُمْ وَلَا تَحَاسُدَ لِكُلِّ امْرِئٍ زَوْجَتَانِ مِنْ الْحُورِ الْعِينِ يُرَى مُخُّ سُوقِهِنَّ مِنْ وَرَاءِ الْعَظْمِ وَاللَّحْمِ

“Rasulullah saw bersabda kelompok yang pertama kali masuk surga bagaikan bulan pada malam purnama, kemudian kelompok selanjutnya mereka seperti bintang-bintang di langit, hati mereka menjadi satu, tidak saling benci dan hasad. Setiap orang mendapat dua istri dari bidadari yang bermata jelita, yang sumsumnya terlihat dari balik tulang dan daging.”

Juga disebutkan dalam riwayat Muslim, dari Abu Sa’id Al Khudri ra. bahwa Rasulullah nsaw bersabda, “...kemudian penduduk surga masuk ke rumahnya, maka setelah itu masuklah dua istrinya dari bidadari yang bermata jelita dan berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkanmu buat kami, dan yang telah menghidupkan kami untukmu.” Kemudian dia berkata, “Tidak ada seorangpun yang diberi seperti apa yang telah diberikan padaku.”

Dalam riwayat Ahmad juga disebutkan bahwa penduduk surga akan mendapatkan dua bidadari yang bermata jelita, setiap mereka memakai tujuh puluh pakaian yang dari balik pakaian itu terlihat sumsumnya.

Hubungan Seksual Penghuni Surga

Allah swt adalah maha tahu apa yang menjadi keinginan hamba-Nya. Dia menyediakan para bidadari tersebut untuk mereka nikmati dan bersuka ria, Allah memberikan kekuatan yang luar biasa kepada mereka untuk dapat menggauli para bidadari tersebut. Terdapat dalam ayat dan beberapa hadits, yang menjelaskan hal tersebut, di antranya :

عن أبي هريرة ، قال : سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أيمس أهل الجنة نساءهم ؟ قال : « نعم ، بذكر لا يمل وفرج لا يحفى ، وشهوة لا تنقطع

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah n ditanya, “Apakah penduduk surga bisa menggauli istrinya? Beliau menjawab, Ya, penis yang tidak loyo dan vagina tidak tertutup, yang ada hanyalah syahwat yang takkan putus.”

Dari Anas ra, Rasulullah n bersabda,

يعطى المؤمن في الجنة قوة كذاوكذا من الجماع » قيل يا رسول الله أويطيق ذلك؟ قال : يعطى قوة مائة

“Seorang mukmin di surga akan diberi kekuatan seperti ini dalam jima beliau ditanya, ya Rasulullah saw apakah ia mampu melakukannya? beliau menjawab, “ia diberi kekuatan untuk menggauli istrinya sebanyak seratus kali.”

عن ابن عباس ، قال : قيل : يا رسول الله أنفضي إلى نسائنا في الجنة ؟ قال : « والذي نفسي بيده إن الرجل منهم ليفضي في الغداة الواحدة إلى مائة عذراء »

Dari ibnu Abas, Rasulullah saw bersabda, “Demi yang jiwaku ada di tanganNya, sesungguhnya seorang dari penduduk surga sanggup menggauli dalam sehari seratus perawan muda.”

حدثنا سويد بن سعيد ، قال : حدثني خالد بن يزيد بن أبي مالك ، عن أبيه ، عن خالد بن معدان ، عن أبي أمامة ، أن النبي صلى الله عليه وسلم سئل : هل يجامع أهل الجنة ؟ قال : « نعم ، دحاما دحاما ولكن لا مني ولا منية

Rasulullah saw ditanya, “apakah penduduk surga bisa berhubungan badan? Beliau menjawab, “Ya, berhubungan terus menerus, tapi suami istri tidak keluar air mani.”

Jika penghuni surga usai menggauli istri-istrinya, maka mereka langsung kembali perawan lagi.”

Allah swt berfirman :

إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ

“Sesungguhnya para penduduk surga pada hari itu bersenag-senang dalam kesibukan (mereka).”

Ibnu Mas’ud berkata, “Mereka sibuk dalam mecahkan keprawanan istri-istri mereka.” Sedang menurut ibnu Abbas, ketika ditanya kesibukan mereka, ia menjawab, “Memecahkan keprawanan gadis-gadis muda.” Juga menurut Ikrimah, Sa’id bin Musayyib, Ikrimah, Al Hasan, Qotadah dan Al Auza’i. Sedang menurut Mujahid mereka sibuk dalam kenikmatan.

“Menurut Imam Athobari, pendapat yang paling benar adalah mereka sibuk dengan berbagai macam kenikmatan yang diberikan kepada mereka, sibuk memecahkan keprawanan para gadis muda, senda gurau dan kelezatan lainnya.”

Ibnu Qoyyim menyebutkan riwayat dari Ibnu Abi dunya, “Sesungguhnya nafsu syahwat mengalir dalam tubuhnya selama tujuh puluh tahun. Selama jangka waktu tersebut ia mereasakan kenikmatan yang tiada taranya dan tidak terkena kewajiban mandi jenabat. Mereka tidak merasakan loyo atau kekuatannya menurun. Justru hubungan seksual mereka mencapai puncak kenikmatan dan kepuasan. Tidak ada sesuatupun yang mengurangi kenikmatan hubungan seksual mereka. Manusia yang paling sempurna di surga adalah mereka yang paling bias menjaga dirinya dari yang diharamkan di dunia ini.”

Nyanyian Mereka

Para bidadari surga melantunkan nyanyian-nyanyian yang belum pernah di dengar siapapun. Mereka mendenangkannya buat suami tercinta.

Dari Ibnu Ibnu Umar, Rasulullah n bersabda,

إن أزواج أهل الجنة ليغنين أزواجهن بأحسن أصوات سمعها أحد قط . إن مما يغنين به : نحن الخيرات الحسان أزواج قوم كرام ينظرن بقرة أعيان وإن مما يغنين به : نحن الخالدات فلا يمتنه نحن الآمنات فلا يخفنه نحن المقيمات فلا يظعنه

“Sesungguhnya istri-istri penduduk surga bernyanyi untuk suami mereka dengan suara yang sangat merdu yang belum pernah didengar seseorangpun. Di antara yang mereka nyanyikan adalah : Kami adalah wanita-wanita yang baik akhlak dan cantik rupanya. Kami istri-istri dari suami-siami yang mulia yang memandang dengan pandangan yang menyejukkan hati. Kami adalah wanita-wanita abadi dan kami tidak membuatnya mati. Kami wanita-wanita yang memberikan keamanan dan tidak membuat takut. Kami wanita-wanita yang tetap tinggal di sini dan tidak meninggalkannya.”

Juga hadits dari Ali ra, Rasulullah n bersabda :

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ سُوقًا مَا فِيهَا بَيْعٌ وَلَا شِرَاءٌ إِلَّا الصُّوَرُ مِنْ النِّسَاءِ وَالرِّجَالِ فَإِذَا اشْتَهَى الرَّجُلُ صُورَةً دَخَلَ فِيهَا وَإِنَّ فِيهَا لَمَجْمَعًا لِلْحُورِ الْعِينِ يَرْفَعْنَ أَصْوَاتًا لَمْ يَرَ الْخَلَائِقُ مِثْلَهَا يَقُلْنَ نَحْنُ الْخَالِدَاتُ فَلَا نَبِيدُ وَنَحْنُ الرَّاضِيَاتُ فَلَا نَسْخَطُ وَنَحْنُ النَّاعِمَاتُ فَلَا نَبْؤُسُ فَطُوبَى لِمَنْ كَانَ لَنَا وَكُنَّا لَهُ

Sesunguhnya di surga ada pasar, di dalamnya tidak ada jual beli kecuali ada gambar wanita dan laki-laki. Jika laki-laki telah menginginkan gambar wanita, ia masuk ke dalam. Dan di dalamnya tedapat sekumpulan bidadari bermata jelita yang sedang melantunkan suaranya. Tidak pernah terlihat makhluk sepertinya. Mereka berkata, ‘kami adalah kekal dan tidak mati, kami ridho dan tidak peeernah cemberut, kami dalam kenikmatan dantidak sengsara, maka beruntunglah bagi siapa yang memiliki kami dan kami miliknya.”

Para bidadari bernyanyi untuk suaminya masing-masing yang dalam dada mereka tertulis,’ Engkau adalah kekasihku dan aku adalah kekasihmu. Engkau adalah tambatan hatiku dan kedua mataku belum pernah melihat pria setampan engkau.

Ibnu Mubarok berkata, dari ibnu Abi Katsir, “Sesungguhnya bidadari-bidadari yang bermata jelita menanti suaminya masing-masing di pintu-pintu surga. Kata mereka, ‘Kian lama kami menunggu kedatanganmu. Kami wanita-wanita yang ridho dan tidak cemberut. Kami tetap tinggal di sini dan tidak pindah ke tempat lain. Kami wanita yang abadi dan tidak mati.’ Mereka mengatakannya dengan suara yang merdu. Mereka berkata lagi, ‘Engkau cintaku dan aku cintamu’.

Adakah kelahiran di surga?

Ibnu Qoyyim bertanya kepada syaikhnya Abu Hajjaj Al Mazi tentang kelahiran di surga, maka dengan tegas mengatakan, “Tidak ada kelahiran di surga”. Hujjah orang yang berpendapat bahwa tidak ada kelahiran di surga anrara lain :
Pertama : Hadits riwayat Abu Razin.
Kedua : Firman Allah “Dan untuk mereka di surga ada istri-istri yang suci.” [2:25]
Ketiga : Sabda Rasulullah saw bahwa di surga tidak ada air sperma dan tidak ada kematian.
Keempat : Allah menjadikan proses kelahiran melalui proses haidh dan air sperma. Maka jika di surga wanita juga hamil, maka haid mereka berhenti dengan sendirinya dan air mani ada.
Kelima : Sesungguhnya di surga manusia tidak bisa berkembang seperti di dunia.
Keenam : Allah menciptakan penduduk surga seperti penciptaan Malaikat atau bisa jadi lebih sempurna dari Malaikat. Karena penghuni surga tidak buang air besar, kecil, tidak tidur, tidak tua seiring dengan bertambahnya usia dan badan mereka tidak berkembang. Wallahu a’lam.

Keutamaan Wanita Dunia Daripada Bidadari

Para wanita dunia nanti lebih mulia, terhormat dan cantik daripada bidadari surga, karena amalan-amalan yang telah mereka kerjakan selama hidup di dunia ini. Hiban bin Abi Jabalah berkata,

إن نساء أهل الدنيا من دخل منهن الجنة فضلن على الحور العين بما عملن في الدنيا

“Sesunguhnya wanita penduduk dunia yang masuk surga, lebih utama dari bidadari yang bermata jeli, dikarenakan amalan mereka di dunia.”

Sabtu, 06 April 2013

Tips Memilih Istri yang Solehah


sebelum lanjut baca, ada baiknya agan membaca nasehat ane....
  
Kalau agan ingin mendapatkan istri yang baik, maka hal pertama yang harus agan lakukan adalah memperbaiki diri agan terlebih dahulu.

"…Dan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula…" [An Nuur:26]

Kalau hal ini sudah dilakukan, semoga Alloh SWT mengabulkan permohonan agan untuk memperoleh istri yang sholihah

Yang telah memliki istri
Spoiler for BERSYUKURLAH:  
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang Allah memberikan rizki kepadanya berupa istri yang shalihah berarti Allah telah menolongnya melaksanakan setengah agamanya, maka hendaknya ia bertakwa kepada Allah untuk (menyempurnakan) setengah agamanya yang tersisa” [HR At-Thabrani dalam Al-Awshath, Al-Baihaqi, Al-Hakim dan Syaikh Al-Albani berkata, “Hasan lighorihi” (Shahih At-hargib wat Tarhib 2 no 1916)]

Istri yang bisa membahagiakan suami merupakan idaman, dambaan, dan impian setiap lelaki. Oleh karena itu mencari calon istri bukanlah perkara yang sepele, bahkan ia merupakan perkara yang sakral yang hendaknya setiap lelaki berusaha sebisa mungkin untuk meraih calon istri yang terbaik. istri adalah teman hidup untuk waktu yang bukan hanya sebentar, tetapi bertahun-tahun…, bahkan bisa sebagai teman hidupnya hingga akhir hayat kita. Bayangkanlah…, seandainya istri yang menemani perjalanan hidup kita nanti adalah wanita yang baik yang selalu membahagikan hati kita, yang menyejukkan mata jika kita memandangnya oh…so sweat,,,, sungguh nikmat perjalanan hidup kita itu. Namun bayangkanlah seandainya yang terjadi adalah sebaliknya??? (jangan sampai gan)

Karenanya wajar jika kita dapati sebagian para bujangan bagitu berhati-hati dalam mencari belahan jiwanya, sampai-sampai kita dapati ada yang bertahun-tahun mencari informasi untuk mencari istri yang ideal, persyaratan yang bertumpuk dipasangnya demi mendapatkan calon yang ideal, namun….akhirnya iapun tak mampu mendapatkan wanita sesuai dengan persyaratan (kriteria) yang telah tetapkan. akhirnya persyaratan yang dipasangnyapun harus ia gugurkan satu-demi satu hingga ia bisa mendapatkan istri.

langsung aja deh gan...ini adalah kriteria wanita yang pantas menemani agan sampai akhir nanti...

1. Taat beragama dan berakhlak baik

"Wanita dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena martabatnya, karena kecantikannya, dan karena agamanya, maka hendaklah engkau mendapatkan wanita yang baik agamanya (jika tidak kau lakukan)[7] maka tanganmu akan menempel dengan tanah” [HR Al-Bukhari 5/1958]
Intinya gan, kalau ada beberapa pilihan wanita di depan kita, dengan masing-masing memiliki kelebihannya masing-masing maka pastikan agan memilih wanita yang paling baik agamnya, yang paling taat beragama dan yang yang paling baik akhlaknya (jika dibandingkan dengan wanita-wanita pilihan agan yg lain)

2. Cantik dan sejuk dipandang

Tabi’at dan naluri manusia mendambakan dan merindukan kecantikan, jika ia tidak memperoleh kecantikan maka seakan-akan ada sesuatu yang kurang yang ingin diraihnya. Dan jika ia telah meraih kecantikan tersebut maka seakan-akan hatinya telah tenang dan seakan-akan kebahagian telah merasuk dalam jiwanya. Oleh karena itu Syari’at tidak melalaikan kecantikan sebagai faktor penting dalam memilih istri. Diantara bukti yang menunjukan pentingnya faktor yang satu ini, bahwasanya kecintaan dan kedekatan serta kasih sayang akan semakin terjalin jika faktor ini telah terpenuhi.

buktinya nih gan :

Dari Al-Mughiroh bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau melamar seorang wanita maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata kepadanya

اُنْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّهُ أَحْرَى أَْن يُؤْدِمَ بَيْنَكُمَا

Lihatlah ia (wanita yang kau lamar tersebut) karena hal itu akan lebih menimbulkan kasih sayang dan kedekatan diantara kalian berdua {HR At-Thirmidzi III/397 no 1087, Ibnu Majah no 1865 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani. (Lihat As-Shahihah no 96)}


3. Hendaknya wanita tersebut sangat penyayang dan subur (mudah beranak banyak)

Dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu 'anhu berkata, “Datang seorang pria kepada Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, “Aku menemukan seorang wanita yang cantik dan memiliki martabat tinggi namun ia mandul apakah aku menikahinya?”, Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam menjawab, “Jangan !”, kemudian pria itu datang menemui Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam kedua kalinya dan Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam tetap melarangnya, kemudian ia menemui Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam yang ketiga kalinya maka Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam berkata, “Nikahilah wanita yang sangat penyayang dan yang mudah beranak banyak(subur) karena aku akan berbangga dengan kalian dihadapan umat-umat yang lain” {HR Abu Dawud 2/220 no 2050 dan ini adalah lafalnya, Ibnu Hibban 9/363,364, An-Nasaai 6/65, berkata Syaikh Al-Albani , “Hasan Shahih”}
maka dari itu, jangan minder klo yang punya anak banyak. justru sebaliknya, yang punya anak banyak itu harusnya bangga....karena salah satu tujuan berumah tangga adalah memperoleh keturunan....syukur2 dapat keturunan yang banyak gan...

4. Disunnahkan menikahi wanita yang perawan, kecuali jika ada udzur

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma ia berkata “Ayahku mati syahid dan meninggalkan tujuh atau sembilan anak-anak perempuan maka aku pun menikahi seorang wanita janda, Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Engkau telah menikah ya Jabir”, aku menjawab, “Iya”, ia berkata, “Gadis atau janda?”, aku menjawab, “Janda”, ia berkata, “Kenapa engkau tidak menikahi yang masih gadis sehingga engkau bisa bermain dengannya dan ia bermain denganmu (saling cumbu-cumbuan), engkau membuatnya tertawa dan ia membuatmu tertawa?” (dalam riwayat yang lain, فََأيْنَ أَنْتَ مِنَ الْعَذَارَى ولُِعَابِها “Dimana engkau dengan gadis perawan dan cumbuannya?” [14], aku katakan kepadanya, “Sesungguhnya (ayahku) Abdullah wafat dan ia meninggalkan anak-anak perempuan dan aku tidak suka aku membawa bagi mereka seorang wanita yang masih gadis seperti mereka maka akupun menikahi wanita (janda)yang bisa mengurus mereka dan membimbing mereka”. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam berkata, “Semoga Allah memberi barokah kepadamu” atau ia mengucapkan خَيْرًا “Baik jika demikian”. (Dalam riwayat yang lain Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam berkata, أَصَبْتَ “Tindakanmu benar”, dan dalam riwayat yang lain Jabir berkata, فَدَعَا لِي “Maka Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam mendoakan aku”)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "(Nikahilah) gadis-gadis, sesungguhnya mereka lebih manis tutur katanya, lebih banyak keturunannya, dan lebih menerima dengan sedikit (qana'ah)" {Hadits riwayat lbnu Majah no. 1861 (1/598), dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah, hadits No. 623 (2/192)}
Betul gan...usahain yang masih perawan tp kalau ga perawan juga gpp. seperti kata Syaikh Utsaimin [Asy-Syarhul Mumti’ XII/16], “Akan tetapi terkadang seseorang memilih untuk menikahi seorang janda karena ada sebab-sebab tertentu sebagaimana yang dilakukan oleh Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma. Ia memilih untuk menikahi seorang janda karena ayah beliau yaitu Abdullah bin Haroom mati syahid dalam perang Uhud dan meninggalkan anak-anak wanita yang membutuhkan seorang wanita yang merawat mereka. Seandainya beliau menikah dengan seorang wanita perawan maka wanita tersebut tidak akan mempu untuk merawat mereka, maka beliau memilih menikahi seorang janda untuk merawat saudara-saudara wanita beliau. Oleh karena itu, tatkala Jabir menyampaikan hal ini kepada Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam maka Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam pun membenarkannya. Maka jika seseorang memilih untuk menikahi seorang wanita janda karena ada kepentingan-kepentingan tertentu maka ini lebih baik.

5. Hendaknya wanita tersebut berasal dari keluarga baik-baik dan dikenal dengan sifat qona’ah, karena rumah yang demikian biasanya merupakan tempat tumbuh wanita yang baik dan qona’ah

Kondisi yang baik dari keluarga pihak wanita (mertua) cukup memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan akhlak sang wanita, dan bisa jadi merupkan tolak ukur akhlak seorang wanita. Wanita yang tumbuh di keluarga yang dikenal taat beragama maka biasanya iapun akan mewarisi sifat tersebut –meskipun hal ini bukanlah kelaziman-
Namun wanita yang shalihah yang tumbuh di keluarga yang qona’ah di zaman ini mungkin agak sulit dicari. Karenanya jika agan tidak menemukan wanita yang demikian sifatnya maka tidak mengapa kalau agan memilih wanita yang shalihah meskipun ia berasal dari keluarga yang boros, karena bisa jadi wanita tersebut menyelisihi sifat keluarganya yang boros.

6. Hendaknya wanita tersebut cerdas

kalau istri kita adalah orang yang cerdas, insyaalloh dia akan bisa mendidik anak-anak kita dengan baik. akhirnya, cerdasnya itu diharapkan menurun ke anak-anak kita. ini kejadian sama teman ane (cowok), waktu dia mo ngenalin ceweknya, ortu minta tuh cewek bawa nilai raport, dsb yang menunjukkan potensi akademik itu cewek. kata bokapnya...."kamu harus dapet istri yang pinter, biar anak2 mu kelak juga pinter"

Jumat, 05 April 2013

13 Kriteria Istri Solehah


Yukk kita simak 13 Kriteria Istri Solehah…
Sahabatku inilah diantara kriteria istri sholehah:
lk
1. Sangat Damai Hidup Bersamanya Karena Ketaatannya Kepada Allah (QS 4:34).
2. Kalau Ditatap Selalu Menyenangkan (Smile ^_^)
3. Tidak Membantah Jika Diperintah Suaminya dalam Kebaikan & Syariat Allah.
4. Pandai Menjaga Kehormatan & Harta Suaminya, Rasulullah bersabda, ” Sebaik-baiknya Istri Sholehah adalah jika ditatap menyenangkan, bila diperintah taat, & jika suaminya pergi pandai menjaga kehormatan & harta suaminya” (HR Abu Daud).
5. Mulia Sekali Karena Terjaga Kehormatan & Tertutup Auratnya (QS 33:59).
6. Bukan Hanya Babar Bahkan Rela Berkorban untuk Suaminya.
7. “Gholimah” Pandai Merawat Tubuhnya & Sangat Aktif Melayani Suaminya.
8. Bersyukur atas Ni’mat Allah dengan terus Membangkitkan Semangat Suami & Tidak Menuntut Diluar Batas Kemampuan Suaminya.
9. Menyayangi & Menghormati Keluarga Suaminya.
10. Tidak Keluar Rumah Tanpa Seizin Suaminya.
11. Menyertakan Suaminya Dalam Doanya, Terutama dipenghujung Malam.
12. Penuh Perhatian Saat Suami Bicara disertai Tatapan Cinta.
13. Hadiah Kecil Tetapi Sangat Membahagiakan Suami, ta’kala istri Menciumnya disertai bisikan, “Adek bangga menjadi istrimu, kak”,
SubhanAllah indaaaaaaaaah sahabatku, makasih ya Allah. (K. H. Muhammad Arifin Ilham).
Okedehh demikian artikel mengenai 13 Kriteria istri Solehah.. Semoga apa yang saya sampaikan ini bisa menjadi suatu yang bermanfaat buat kita semua.. dan apabila ada kata-kata yang kurang pas dan kurang berkenan di hati kalian saya mohon maaf… Demikian Terimakasih… Wasalamualaikum Wr. Wb.

Selasa, 26 Maret 2013

Kisah Wanita Sholehah


Kisah Wanita Sholehah
Di Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah. Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim dingin, karena disitulah letak kebahagiaan dan ketentramannya. Yakni pada saat dia khusyu berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya.

Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya.

Suatu hari datanglah seorang lelaki untuk meminangnya, konon ia termasuk lelaki yang taat dalam beribadah. Setelah shalat istiharah akhirnya ia menerima pinangan tersebut. Sebagaimana adat kebiasaan setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas malam hingga adzan subuh. Namun wanita itu justru meminta selesai akad nikah jam dua belas tepat, ia harus berada di rumah suaminya. Hanya ibunya yang mengetahui rahasia itu. Semua orang tajub. Pihak keluarganya sendiri berusaha membujuk wanita itu agar merubah pendiriannya, namun wanita itu tetap pada keinginannya, bahkan ia bersikeras akan membatalkan pernikahan tersebut jika persyaratannya ditolak. Akhirnya walau dengan bersungut pihak keluarga pria menyetujui permintaan sang gadis.

Waktu terus berlalu, tibalah saat yang dinantikan oleh kedua mempelai. Saat yang penuh arti dan mendebarkan bagi siapapun yang akan memulai hidup baru. Saat itu pukul sembilan malam. Doa ‘Barakallahu laka wa baaraka alaika wa jamaa bainakuma fii khairin mengalir dari para undangan buat sepasang pengantin baru. Pengantin wanita terlihat begitu cantik. Saat sang suami menemui terpancarlah cahaya dan sinar wudhu dari wajahnya. Duhai wanita yang lebih cantik dari rembulan, sungguh beruntung wahai engkau lelaki, mendapatkan seorang istri yang demikian suci, beriman dan shalihah.
Jam mulai mendekati angka dua belas, sesuai perjanjian saat sang suami akan membawa istri ke rumahnya. Sang suami memegang tangan istrinya sambil berkendara, diiringi ragam perasaan yang bercampur baur menuju rumah baru harapan mereka. Terutama harapan sang istri untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah.

Setibanya disana, sang istri meminta ijin suaminya untuk memasuki kamar mereka. Kamar yang ia rindukan untuk membangung mimpi-mimpinya. Dimana di kamar itu ibadah akan ditegakkan dan menjadi tempat dimana ia dan suaminya melaksanakan shalat dan ibadah secara bersama-sama. Pandangannya menyisir seluruh ruangan. Tersenyum diiringi pandangan sang suami mengawasi dirinya.

Senyumnya seketika memudar, hatinya begitu tercekat, bola matanya yang bening tertumbuk pada sebatang mandolin yang tergeletak di sudut kamar. Wanita itu nyaris tak percaya. Ini nyatakah atau hanya fatamorgana? Ya Allah, itu nyanyian? Oh bukan, itu adalah alat musik. Pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. Bagaimanakah sesungguhnya kebenaran ucapan orang tentang lelaki yang kini telah menjadi suaminya.

Oh...segala angan-angannya menjadi hampa, sungguh ia amat terluka. Hampir saja air matanya tumpah. Ia berulang kali mengucap istighfar, Alhamdulillah ‘ala kulli halin. "Ya bagaimanapun yang dihadapi alhamdulillah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala kegaiban."

Ia menatap suaminya dengan wajah merah karena rasa malu dan sedih, serta setumpuk rasa kekhawatiran menyelubung. "Ya Allah, aku harus kuat dan tabah, sikap baik kepada suami adalah jalan hidupku." Kata wanita itu lirih di lubuk hatinya. Wanita itu berharap, Allah akan memberikan hidayah kepada suaminya melalui tangannya.

Mereka mulai terlibat perbincangan, meski masih dibaluti rasa enggan, malu bercampur bahagia. Waktu terus berlalu hingga malam hampir habis. Sang suami bak tersihir oleh pesona kecantikan sang istri. Ia bergumam dalam hati, "Saat ia sudah berganti pakaian, sungguh kecantikannya semakin berkilau. Tak pernah kubayangkan ada wanita secantik ini di dunia ini." Saat tiba sepertiga malam terakhir, Allah taala mengirimkan rasa kantuk pada suaminya. Dia tak mampu lagi bertahan, akhirnya ia pun tertidur lelap. Hembusan nafasnya begitu teratur. Sang istri segera menyelimutinya dengan selimut tebal, lalu mengecup keningnya dengan lembut. Setelah itu ia segera terdorong rasa rindu kepada mushalla-nya dan bergegas menuju tempat ibadahnya dengan hati melayang.

Sang suami menuturkan, "Entah kenapa aku begitu mengantuk, padahal sebelumnya aku betul-betul ingin begadang. Belum pernah aku tertidur sepulas ini. Sampai akhirnya aku mendapati istriku tidak lagi disampingku. Aku bangkit dengan mata masih mengantuk untuk mencari istriku. Mungkin ia malu sehingga memilih tidur di kamar lain. Aku segera membuka pintu kamar sebelah. Gelap, sepi tak ada suara sama sekali. Aku berjalan perlahan khawatir membangunkannya. Kulihat wajah bersinar di tengah kegelapan, keindahan yang ajaib dan menggetarkan jiwaku. Bukan keindahan fisik, karena ia tengah berada di peraduan ibadahnya. Ya Allah, sungguh ia tidak meninggalkan shalat malamnya termasuk di malam pengantin. Kupertajam penglihatanku. Ia rukuk, sujud dan membaca ayat-ayat panjang. Ia rukuk dan sujud lama sekali. Ia berdiri di hadapan Rabbnya dengan kedua tangan terangkat. Sungguh pemandangan terindah yang pernah kusaksikan. Ia amat cantik dalam kekhusyuannya, lebih cantik dari saat memakai pakaian pengantin dan pakaian tidurnya. Sungguh kini aku betul-betul mencintainya, dengan seluruh jiwa ragaku."

Seusai shalat ia memandang ke arah suaminya. Tangannya dengan lembut memegang tangan suaminya dan membelai rambutnya. Masya Allah, subhanallah, sungguh luar biasa wanita ini. Kecintaannya pada sang suami, tak menghilangkan kecintaannya kepada kekasih pertamanya, yakni ibadah. Ya, ibadah kepada Allah, Rabb yang menjadi kekasihnya. Hingga bulan kedepan wanita itu terus melakukan kebiasaannya, sementara sang suami menghabiskan malam-malamnya dengan begadang, memainkan alat-alat musik yang tak ubahnya begadang dan bersenang-senang. Ia membuka pintu dengan perlahan dan mendengar bacaan Al-Quran yang demikian syahdu menggugah hati. Dengan perlahan dan hati-hati ia memasuki kamar sebelah. Gelap dan sunyi, ia pertajam penglihatannya dan melihat istrinya tengah berdoa. Ia mendekatinya dengan lembut tapi cepat. Angin sepoi-sepoi membelai wajah sang istri. Ya Allah, perasaan laki-laki itu bagai terguyur. Apalagi saat mendengar istrinya berdoa sambil menangis. Curahan air matanya bagaikan butiran mutiara yang menghiasi wajah cantiknya.

Tubuh lelaki itu bergetar hebat, kemana selama ini ia pergi, meninggalkan istri yang penuh cinta kasih? Sungguh jauh berbeda dengan istrinya, antara jiwa yang bergelimang dosa dengan jiwa gemerlap di taman kenikmatan, di hadapan Rabbnya.

Lelaki itu menangis, air matanya tak mampu tertahan. Sesaat kemudian adzan subuh. Lelaki itu memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini, ia lantas menunaikan shalat subuh dengan kehusyuan yang belum pernah dilakukan seumur hidupnya.
Inilah buah dari doa wanita shalihah yang selalu memohonkan kebaikan untuk sang suami, sang pendamping hidup.
Beberapa tahun kemudian, segala wujud pertobatan lelaki itu mengalir dalam bentuk ceramah, khutbah, dan nasihat yang tersampaikan oleh lisannya. Ya lelaki itu kini telah menjadi dai besar di kota Madinah.
Memang benar, wanita shalihah adalah harta karun yang amat berharga dan termahal bagi seorang lelaki bertakwa. Bagi seorang suami, istri shalihah merupakan permata hidupnya yang tak ternilai dan "bukan permata biasa".

(Dari kumpulan kisah nyata, Abdur Razak bin Al Mubarak)