Jumat, 30 Juni 2023

Menjadi Istri yang Tidak Durhaka pada Suami

Menjadi istri yang tidak durhaka pada suami adalah sikap dan tindakan yang sangat dihargai dalam sebuah pernikahan. Berikut adalah beberapa tips untuk menjadi istri yang setia dan tidak durhaka pada suami:

1. Komunikasi yang baik: Buka saluran komunikasi dengan suami Anda. Dengarkan perasaannya, ungkapkan perasaan Anda, dan berbicara dengan hormat dan pengertian.

2. Hormati dan hargai suami Anda: Berikan penghargaan dan hormat pada suami sebagai pendamping hidup Anda. Menghargai peran dan usahanya dalam keluarga adalah hal yang penting.

3. Jaga kepercayaan: Jujurlah pada suami dan jaga kepercayaan yang telah dibangun. Kepercayaan adalah landasan penting dalam sebuah hubungan yang langgeng.

4. Bantu dan dukung: Dukung suami dalam perjuangannya dan bersedia membantunya ketika diperlukan. Jadilah mitra yang setia dalam segala hal, baik dalam suka maupun duka.

5. Hormati privasi: Berikan suami ruang pribadi yang pantas dan hormati privasinya. Setiap individu membutuhkan waktu dan tempat untuk dirinya sendiri.

6. Jaga kehidupan seksual yang sehat: Penting untuk menjaga hubungan intim yang sehat dengan suami Anda. Ini membantu memperkuat ikatan emosional dan fisik dalam pernikahan.

7. Jangan perbandingkan: Hindari membandingkan suami dengan orang lain atau dengan mantan pacar. Setiap individu unik dan memiliki kelebihan serta kelemahan masing-masing.

8. Berbicara dengan lembut: Hindari berbicara dengan nada tinggi atau menyakitkan. Gunakan kata-kata yang lembut dan bijaksana dalam komunikasi sehari-hari.

9. Terima dan maafkan: Terima suami Anda apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Jika ada kesalahan, belajarlah untuk memaafkan dan bekerja sama mencari solusi.

10. Bangun kehidupan spiritual bersama: Bagi beberapa pasangan, membangun kehidupan spiritual bersama dapat memperkuat ikatan emosional dan membawa kedamaian dalam rumah tangga.

Ingatlah bahwa setiap pernikahan memiliki tantangan dan kesulitan tersendiri. Penting untuk selalu berusaha memahami dan mendukung satu sama lain dalam perjalanan hidup bersama. Setiap upaya untuk menciptakan hubungan yang lebih baik dan harmonis adalah investasi berharga untuk masa depan pernikahan Anda.

Kamis, 29 Juni 2023

Mendidik Anak Wanita Sholehah

Mendidik anak wanita sholehah adalah tanggung jawab penting bagi orang tua. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda dalam mendidik anak wanita sholehah:

1. Teladan yang baik: Jadilah teladan yang baik bagi anak Anda dalam hal ibadah, akhlak, dan sikap positif. Anak-anak sering meniru perilaku orang tua, jadi berusahalah untuk menjadi contoh yang baik dalam menjalankan ajaran agama dan perilaku yang baik.

2. Ajarkan nilai-nilai agama: Sampaikan ajaran agama secara teratur kepada anak Anda. Ajarkan mereka tentang kewajiban beribadah, nilai-nilai Islam, dan praktik-praktik kebaikan. Bantu mereka memahami arti dan tujuan dari ibadah-ibadah tersebut.

3. Baca Al-Quran dan Hadis bersama-sama: Ajak anak Anda untuk membaca Al-Quran dan Hadis bersama. Bantu mereka memahami makna yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Quran dan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Beri mereka pemahaman tentang bagaimana menerapkan ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

4. Pendidikan moral dan etika: Ajarkan anak Anda tentang pentingnya etika dan moral dalam kehidupan sehari-hari. Ajarkan nilai-nilai seperti jujur, menghormati orang lain, kasih sayang, toleransi, dan empati. Berikan penjelasan mengapa perilaku baik itu penting dan bagaimana itu sejalan dengan ajaran agama.

5. Berikan pendidikan yang baik: Berikan anak Anda pendidikan yang baik dan dorong mereka untuk mengembangkan minat dan bakat mereka. Pastikan mereka mendapatkan pendidikan formal yang memadai dan berikan mereka kesempatan untuk belajar hal-hal baru di luar sekolah, seperti seni, musik, olahraga, atau keterampilan lainnya.

6. Ajak mereka berpartisipasi dalam kegiatan sosial: Dorong anak Anda untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ajak mereka untuk membantu orang lain, mengunjungi panti asuhan, atau terlibat dalam kegiatan amal. Ini akan membantu mereka memahami pentingnya memperhatikan dan membantu sesama.

7. Komunikasi terbuka: Selalu buka komunikasi dengan anak Anda. Dengarkan pendapat mereka, tanggapi pertanyaan mereka dengan sabar, dan berikan arahan yang baik. Jalin hubungan yang baik dengan anak Anda sehingga mereka merasa nyaman untuk berbagi pemikiran, perasaan, dan masalah dengan Anda.

8. Doa dan dzikir bersama: Ajarkan anak Anda pentingnya berdoa dan berdzikir. Lakukan kegiatan doa dan dzikir bersama sebagai keluarga. Ajarkan mereka doa-doa harian, surat-surat pendek dari Al-Quran, dan dzikir-dzikir yang disunahkan.

9. Beri penghargaan dan pujian: Beri penghargaan dan pujian kepada anak Anda ketika mereka melakukan kebaikan atau mencapai sesuatu yang baik. Ini akan memotivasi mereka untuk terus berbuat baik dan menjadi lebih sholehah.

Selasa, 27 Juni 2023

Hal Penting dalam Menjaga Hubungan Suami Istri

Menjaga hubungan suami istri yang sehat dan harmonis memerlukan komitmen, komunikasi yang baik, saling pengertian, dan investasi waktu dan usaha dari kedua belah pihak. Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga hubungan suami istri yang baik:

1. Komunikasi yang efektif: Jadilah pendengar yang baik dan berbicaralah dengan jujur dan terbuka satu sama lain. Berbagi perasaan, harapan, dan kebutuhan Anda secara teratur. Hindari menumpuk masalah dan selalu berusaha mencapai pemahaman yang saling menghormati.

2. Saling pengertian: Usahakan untuk memahami dan menghargai perbedaan antara Anda dan pasangan. Terima bahwa setiap individu memiliki keunikan dan pandangan yang berbeda. Jalin empati dan selalu berusaha melihat dari perspektif pasangan.

3. Waktu berkualitas bersama: Sisihkan waktu untuk berkualitas bersama tanpa gangguan. Nikmati momen bersama, seperti melakukan kegiatan yang Anda sukai bersama-sama, berbicara, atau berlibur. Dalam kehidupan yang sibuk, penting untuk membuat hubungan menjadi prioritas.

4. Keintiman fisik dan emosional: Jaga keintiman dalam hubungan Anda. Hal ini meliputi kontak fisik seperti pelukan, ciuman, dan sentuhan yang menggambarkan kasih sayang Anda satu sama lain. Selain itu, berbagi emosi, harapan, dan kebutuhan juga penting untuk membangun kedalaman dan kekuatan hubungan.

5. Timbang antara peran dan tanggung jawab: Bekerjasama dalam membagi tugas dan tanggung jawab dalam rumah tangga dan kehidupan sehari-hari. Dukung satu sama lain dalam mencapai tujuan pribadi dan bersama. Menghormati peran masing-masing dan saling membantu dalam menghadapi tantangan.

6. Menghormati dan menghargai: Bangun hubungan yang didasarkan pada saling menghormati dan menghargai. Jangan mengabaikan kebutuhan, harapan, atau pendapat pasangan. Berikan apresiasi dan ungkapkan rasa terima kasih secara teratur.

7. Komitmen terhadap pertumbuhan dan perbaikan diri: Teruslah berinvestasi dalam pertumbuhan pribadi dan perbaikan diri Anda sendiri. Bersama-sama, dukung pasangan Anda dalam mencapai tujuan mereka. Selalu ada ruang untuk tumbuh dan berkembang sebagai individu dan sebagai pasangan.

Penting untuk diingat bahwa setiap hubungan memiliki tantangan dan periode sulit. Mengatasi masalah dengan komunikasi yang baik dan kerja sama tim adalah kunci untuk memperkuat hubungan suami istri. Jika masalah yang lebih serius muncul, penting untuk mencari bantuan dari ahli terapi pernikahan atau konselor yang dapat membantu dalam mengatasi kesulitan dan membangun hubungan yang lebih kuat.

Sabtu, 12 Oktober 2013

Sosok Wanita Muslimah Itu

Wanita muslimah adalah wanita yang mulia
Wanita yang memiliki akidah yang baik
Wanita yang ibadahnya baik
Wanita yang bisa mengislamkan akhlaknya
Wanita yang menjaga auratnya
Wanita yang berbusana syar’i

Wanita muslimah adalah seorang ibu yang baik
Merasa cukup dengan keadaan suaminya
Menjaga harta suami
Menyimpan rahasia suami
Menutupi kekurangan suami
Mendukung dakwah suami
Mempersiapkan generasi yang mulia
Mendidik anak dengan benar
Membangun keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah

Wanita muslimah adalah senjata yang tajam
Jika diasah dan disiapkan dengan baik
Maka ia akan siap mencapai tujuannya
Menjadi fondasi yang baik
Membangun masyarakat islami yang kokoh
Memiliki pilar yang kuat

Wanita muslimah adalah guru yang baik
Memberikan teladan yang sejati pada umat
Menjadikan para shahabiyah sebagai lentera petunjuk
Menunjukkan kegigihannya dalam membela akidah
Mau mengorbankan segala yang dimiliki untuk kepentingan Islam

Wanita muslimah ibarat taman yang indah
Selalu rajin menyiraminya
Memberinya pupuk yang berkualitas
Sehingga tumbuh dengan subur
Lebat daunnya dan harum bunganya

Wanita muslimah adalah wanita yang cerdas
Selalu haus akan ilmu
Tidak pernah puas dengan ibadahnya
Melakukan hal yang bermanfaat
Berlomba-lomba dalam kebaikan
Sehingga ia tidak mensia-siakan waktu

Wanita muslimah selalu mengutamakan kesederhanaan
Walaupun hidup berkecukupan, tapi ia dermawan
Sering memberikan sedekah
Senang menyantuni anak yatim
Membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongannya

Wanita muslimah seperti bidadari surga
Wanita yang terindah di dunia
Ia akan menyenangi hati setiap orang
Wajahnya penuh dengan cahaya
Sinarnya memancar dan menerangi segala sesuatu disekitarnya

Wanita muslimah bersunguh-sungguh menjadi wanita shalihah
Karena ia mendamba sebagai wanita penghuni surga
Berusaha menjadi sebaik-baiknya perhiasan
Menjadikan hidup lebih bersemangat dan optimis
Ikhlas dan ridho dengan ketetapan-Nya
Sabar bila terjadi musibah
Syukur bila menerima kebahagiaan

Wanita muslimah senantiasa bermuhasabah
Wanita muslimah sering muraqabatullah
Wanita muslimah selalu istiqomah
Wanita muslimah memiliki iman yang kuat
Wanita muslimah memiliki tekad yang kuat
Wanita muslimah tidak takut apapun kecuali Allah
Karena Allah sebagai Pelindung dan Pembuat perhitungan

Dibalik laki-laki yang agung, terdapat sosok wanita yang agung
Dibalik laki-laki yang hebat, terdapat sosok wanita yang hebat
Dibalik laki-laki shalih, terdapat wanita yang shalihah
Dibalik lahirnya tokoh muslim besar, terdapat wanita muslimah yang bijaksana

Medan, 2 Agustus 2010
~Evi A.~

Sabtu, 05 Oktober 2013

Bagaimana sich Sosok Muslimah Sholihah ?

Kita memang hidup di negeri muslim, mayoritas kita juga beragama Islam. Hanya system hidup kita memang belum seperti seharusnya seorang muslim. Sistem hidup kita masih menganut faham kapitalis dan liberalis. Sehingga dalam mempublikasikan profil muslimah pun akhirnya tidak mewakili teladan seorang muslimah sesuai dengan aturan Allah SWT. MIsalnya masih banyak para muslimah yang bingung, seperti apa sih sosok perempuan yang harus ditiru? Apakah profil artis yang kalau menurut gambaran sosok wanita Barat memang dipandang memiliki kemandirian yang tinggi untuk menentukan sikap. Disamping mampu mandiri secara ekonomi, dia juga memiliiki eksistensi di dunia musik, bisa memutuskan sikap untuk bercerai dari suami dan tidak pernah tenggelam dalam duka bahkan semakin produktif bernyanyi. Atau mungkin seperti pengusaha perempuan ternama yang memiliki banyak perusahaan, atau mungkin seperti Dewi Persik dan Jupe yang tidak segan-segan mengekspose tubuhnya. Bagi mereka ekspose tubuh adalah bagian dari seni dan profesionalitas sebagai artis. Seperti apa sih? Kenyataannya media massa selalu mencekoki masyarakat muslim Indonesia dengan profl-profil seperti mereka. Mungkin Agnes Monica, Sahrini, dll. Terlebih lagi award-award atau penghargaan juga banyak dinobatkan di kalangan ini. Inilah yang semakin menenggelamkan profil seorang muslimah yang sesungguhnya. Kalaupun ada upaya masih melekatkan Islam, tetapi nilai-nilainya diselewengkan. Misalnya seperti dalam film perempuan berkalung sorban. Seperti itukah sosok muslimah yang baik? Di satu sisi ada upaya untuk mempopulerkan sosok dengan nilai pemberontakan yang bebas seperti itu. Ini yang membingungkan umat. Akhirnya bagi muslimah-muslimah yang sebenarnya masih terikat dengan nilai-nilai Islam, tapi pemikiran mereka masih rendah, dan tidak rajin memperdalam ilmu Islam, mereka ini pun merasa minder. Berada pada posisi rendah dan seolah-olah tidak berprestasi. Inilah salah satu keberhasilan musuh-musuh Islam dalam membolak-balikkan pemikiran kaum muslimin. Dengan cara ini mereka berhasil meragukan para muslimah terhadap identitas keislamannya.
Kalau menurut Islam, bagaimana  seorang muslimah yang sholihah?
Di dalam Islam, seorang wanita yang sholihah memiliki karakter sesuai dengan syariat islam. Mentaati Allah dan suaminya. Ketaatan kepada suami ini adalah dalam rangka mentaati Allah SWT, karena Allah SWT memerintahkan para istri untuk mentaati suami. Allah SWT berfirman: “Ar rijaalu qowwaamuuna alannisaa.Bimaa fadhalallaahu ba’dhuhum alaa ba’dhin wa bimaa anfaquu min amwaalihim. Fashsholihaatu qaanitaatun haafizhaatun lil ghoibi bimaa hafizhallaah: Laki-laki adalah pemimpin perempuan, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, dank arena mereka telah menafkahkan sebagian harta mereka. Oleh karena itu, wanita yang sholihah adalah mereka yang mentaati Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah memelihara mereka.” QS An nIsaa:34). Rasulullah Saw juga bersabda: “Tidak ada sesuatu yang lebih memberikan manfaat kebaikan bagi seorang mukmin setelah ketaqwaannya kepada Allah daripada seorang istri yang sholihah. JIka ia memerintahkannya, ia menaatinya. Jika ia memandangnya, ia menyenangkannya. Jika ia mendatanginya, ia memuaskannya. Dan jika ia menunggalkannya, ia akan memelihara diri dan harta suaminya.” HR Ibnu Majah. Dari Umma Salamahh, Rasulullah Saw bersabda: “Ayyumaa imra atin, maatats wa zaujuhaa raadhin dakhalats al jannata.”: Wanita mana saja yang meninggal, sementara suaminya meridhoinya, ia pasti masuk surga.” HR At Tirmidzi.

Senin, 30 September 2013

Muthi'ah, Sosok Muslimah Teladan Rekomendasi Rasulullah

FATHIMAH RA bergegas menggandeng Hasan RA yang masih kecil.  Terngiang di telinganya pesan sang ayahanda, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, untuk menemui seorang muslimah berakhlak mulia dan meneladaninya. Tak sabar rasanya Fathimah untuk segera mengetahui, seperti apa gerangan teladan wanita bernama Siti Muthi’ah tersebut.

Sesampainya di depan pintu rumah yang dimaksud, Fathimah pun mengucap salam. Tak lama kemudian si pemilik rumah datang membuka pintu.  Hatinya sangat heran bercampur senang karena tak menyangka yang bertandang adalah putri Rasulullah SAW. Namun, sungguh di luar dugaan Fathimah, setelah mengutarakan maksud kedatangannya, Muthi’ah malah berkata, “Sungguh bahagia aku menyambut kedatanganmu Fathimah. Namun, maafkanlah aku karena aku hanya dapat menerima kedatanganmu di rumahku. Sesungguhnya suamiku mengamanatkan padaku untuk tidak menerima tamu lelaki di rumahku.”
Fathimah tersenyum, “Wahai Muthi’ah, ini Hasan anakku dan dia masih kecil.” Muthi’ah menjawab, “Sekali lagi maafkan aku Fathimah, meskipun ia masih kecil tetapi ia lelaki. Sungguh aku tidak dapat melanggar amanat suamiku.”
Mendengar jawaban Muthi’ah, Fathimah mulai merasakan kemuliaan akhlak Muthi’ah dan semakin ingin mengetahui lebih jauh keutamaan akhlak wanita tersebut. Akhirnya Fathimah pun pamit untuk sejenak mengantar Hasan pulang.
Tak lama kemudian, Fathimah kembali tiba di rumah Muthi’ah seorang diri dan segera disambut dengan gembira oleh Muthi’ah. Setibanya di dalam, Muthi’ah dengan berbinar-binar menanyakan, apa penyebab kedatangannya. Fathimah pun menjelaskan bahwa ia datang karena perintah ayahnya, Rasulullah SAW untuk meneladani akhlaq Muthi’ah. Hati Muthi’ah pun segera ditutupi luapan kebahagiaan karena pujian dari Rasulullah SAW tentu tak ada bandingannya. Namun, ia kembali bertanya dengan keheranan pada Fathimah, “Apakah engkau tengah bercanda Fathimah? Keutamaan akhlak seperti apa yang kumiliki? Aku hanyalah perempuan yang biasa saja,” Muthi’ah kemudian tampak berpikir keras.
Sementara itu, tak sengaja pandangan Fathimah menyapu ruangan yang sederhana tersebut. Terlihat olehnya sebilah rotan, sebuah kipas, dan sehelai handuk. Ia pun segera bertanya pada Muthi’ah, “Untuk apa benda-benda itu?” Wajah Muthi’ah pun seketika merona merah. “Untuk apa kau tanyakan itu Fathimah, aku jadi malu.” Namun, Fathimah mendesak, “Katakanlah padaku Muthi’ah, mungkin benda-benda itulah yang membuat ayahku mengabarkan padaku tentang kemuliaanmu.”
Muthi’ah pun bercerita, “Suamiku setiap harinya bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami. Karena itu, aku sangat menyayangi dan menghormatinya. Begitu ia pulang dari bekerja, maka aku akan cepat-cepat menyambutnya dan mengelap keringatnya dengan handuk ini. Setelah kering keringatnya, maka ia akan berbaring di tempat tidur. Ketika itulah, aku mengambil kipas ini dan kukipasi tubuhnya sampai hilang penatnya atau ia tertidur pulas.”
Fathimah masih penasaran, “Lalu, untuk apa rotan ini?” Muthi’ah melanjutkan, “Setelah ia hilang lelahnya atau terbagun dari tidurnya, maka aku akan segera berpakaian serapi dan semenarik mungkin. Karena aku tahu, seorang suami pasti sangat senang melihat istrinya yang berpakaian rapi dan hal itu akan membuatnya betah di rumah. Kuhidangkan makanan di atas meja makan dan kutunggu ia hingga selesai makan. Setelah dia selesai makan, maka aku akan bertanya, apakah ada pelayananku yang tak berkenan dihatinya. Maka aku akan menyerahkan rotan tersebut padanya untuk memukulku.”
“Lalu, apakah suamimu sering memukulmu?” tanya Fathimah. “Tidak, tidak pernah, yang selalu terjadi adalah dia menarik tubuhku dan memelukku penuh kasih sayang.” Mendengar semua penjelasan tersebut, Fathimah terperangah. Sungguh, tak berlebihan kiranya, jika Rasulullah menyuruhnya mendatangi rumah Muthi’ah. Pesona akhlaqnya sungguh luar biasa.
Pesona yang tak mungkin dimiliki seorang perempuan yang  berorientasi materialistik yang memandang segala sesuatu hanya pada kebendaan dan kasat mata saja. Sebab, cinta dan ketulusan Muthi’ah tentu tak terukur pada sebilah rotan yang digunakan untuk memukul saja. Kasih sayangnya tentu tak akan membuatnya rendah karena setia mengelap keringat di tubuh suaminya.
Inilah pesona yang hanya mampu dipahami oleh seorang muslimah sejati yang mengukur segala tindakan dengan skala iman. Yang mampu melihat dengan mata hati bahwa ketaatan akan menghadiahkan kebahagiaan. Bahwa ketundukan pada perintah Allah dan Rasul-Nya, bukan hanya menuntun pada kebenaran. Namun, juga pada pembuktian bahwa setiap perempuan yang beriman dan berakhlak mulia juga akan mendapatkan seorang suami yang beriman dan penuh cinta. [‘Aliya/muslimklik.com]

Selasa, 24 September 2013

Mengenal Sosok Remaja Muslimah

Seorang gadis remaja, bagi kafilah-kafilah gurun padang pasir bagaikan ‘seekor rusa kecil’. Sedangkan bagi bangsa Jepang, ia laksana ‘sekuntum bunga sakura yang sedang merekah’. Wow…, indah bukan?????
Keindahan bola mata dan bibirnya seindah pancaran keindahan batu permata dan batu safir. Kata-katanya mampu menghembuskan kesejukan pagi hari di musim semi. Senyumnya bagaikan kemegahan sinaran matahari. Dan jalannya pun laksana barisan bidadari.
Gadis remaja, seperti ia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan yang terindah di dunia ini. Dialah penjelmaan kecantikan bunga-bunga yang bermekaran di atas muka bumi.
Tidak seorang pun pernah berkata sejujur seperti ia berbisik di telinga kekasihnya bahwa kekasihnya itu begitu luar biasa.
Gadis remaja adalah secercah kesan, sepercik keilahian yang diberikan Tuhan kepada kita sebagai gambaran hal-hal yang akan datang. Dia tak begitu berdaya dan rapuh, belum menjelma menjadi wanita perkasa (bijaksana).
Tuhan banyak memberikan anugerah kepadanya, dan banyak pula yang mengharapkan dan mengimpikan kebaikan mengalir dari dirinya. Tak ada makhluk lain yang diinginkan seperti menginginkan dirinya. Dia kan menjadi pasangan hidup bagi laki-laki dan ibu dari anak-anaknya.
Nah, begitulah gambaran tentang sosok kamu para remaja muslimah. Bangga bukan? Menjadi seorang perempuan? So, biar kamu-kamu semua bisa menjadi sosok muslimah cantik lahir batin, maka kamu kudu banyak tahu mengenal sosok dirimu dan apa yang kudu kamu lakuin dalam mengisi masa remajamu.
Masa remaja adalah masa pencarian identitas diri. Seringkali di usia remaja ini kamu bingung untuk memilih arah tujuan. Akhirnya kamu pun senang sekali mencari berbagai bentuk perhatian dari banyak orang dengan perilaku yang nyeleneh, aneh, dan senang jika diliatin serta dikenal banyak orang. Suka dipuji dan berambisi menjadi yang terkeren dan terbeken.
Hal seperti ini masih dalam tahap wajar, namun jika tidak diimbangi oleh kepribadian serta keimanan yang kuat, seringkali kamu menjadi terpedaya hingga lupa diri karena nafsu yang mendominasi perilakumu.
Usia remaja seperti kamu sudah tidak bisa dikatakan anak-anak lagi, tapi juga belum pantas disebut dewasa, yakh… masih Manusia ½ Dewa…sa.
Masa remaja adalah masa yang paling menyenangkan. Para remaja seusia kamu tidak perlu dipusingkan dengan permasalahan hidup. Nggak repot ngurusin keamanan Negara, politik, ekonomi, dan tetek bengek lainnya. Kebebasan adalah hal yang kamu inginkan.
Begitukah???
Kebebasan apa yang umumnya kamu tuntut dari para orang dewasa dan lingkungan sekitarmu?
•Kebebasan berkarya
•Kebebasan mengungkapkan pendapat atau kehendak
•Kebebasan mengekspresikan kemampuan dan bakat
•Kebebasan melakukan ini-itu tanpa memandang efek positif dan negative (yang penting happy).
Sah-sah saja mengimpikan kebebasan. Tapi bebas dan bertanggung-jawab serta bermoral adalah syarat yang kudu kamu penuhi sebelumnya. Begitulah aturan mainnya. Karena kita adalah manusia yang memiliki aturan main, yakni tanggung-jawab dan moralitas.
Seringkali aturan main ini tidak diterima oleh remaja seumuran kamu, alias nggak ada dalam ‘kamus ABG’ masa kini yang mengharapkan kebebasan tanpa ikatan dan aturan, apalagi moralitas dan tanggung-jawab. Di sinilah awalnya penyelewengan dalam memaknai kalimat ‘bebas’.
Di era sekarang ini remaja muslimah menjadi incaran utama yang paling empuk oleh raksasa bisnis, seperti media dan produk. Oleh karena itu, hendaklah kamu selalu menanamkan sikap waspada dan menanamkan keimanan yang kokoh. Karena hal-hal seperti itu lebih banyak memberikan kesempatan untuk berbuat kemungkaran dan menjauhkan diri dari mengingat Tuhan.
Namun, di sisi lain, kita acungkan jempol bagi remaja yang aktif dalam kegiatan Masjid, menghadiri majelis ta’lim, dan rutinitas kerohanian lainnya.
Remaja muslimah adalah generasi penerus, pendidik masa depan. Oleh karena itu jagalah fisik dan rohanimu, pikiran dan akhlakmu sebaik mungkin. Kamu bisa menjadi remaja muslimah yang lincah, kreatif, produktif, dan dapat memberikan kontribusi positif bagi keluarga, sahabat, dan orang-orang di sekelilingmu, bahkan bagi agama dan negaramu.